Home Nasional Keracunan MBG di Pacitan: Guru dan Puluhan Siswa Dirawat
Nasional

Keracunan MBG di Pacitan: Guru dan Puluhan Siswa Dirawat

Bagikan
Keracunan MBG Cianjur
Keracunan MBG Cianjur. Image (Istimewa).
Bagikan

finnews.id – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, terus meluas dan kian mengkhawatirkan. Tidak hanya puluhan siswa, dua guru di SMPN 1 Tegalombo juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu MBG.

Insiden ini memicu perhatian luas karena melibatkan berbagai jenjang pendidikan, dari TK hingga SMP.

Kasus pertama kali terdeteksi di lingkungan sekolah, saat belasan siswa mengeluhkan kondisi kesehatan usai menyantap makanan MBG.

Gejala yang muncul hampir seragam:

  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Diare

Perwakilan sekolah, Bambang Setyo Utomo, menyebut dugaan mengarah pada menu yang disajikan pada Selasa (7/4/2026), yakni telur ayam, cah pokcoy, dan oseng tempe.

“Keluhan muncul bertahap setelah makanan dikonsumsi,” ujarnya.

Data sekolah mencatat sedikitnya 17 siswa terdampak. Bahkan, satu siswa sempat menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat RSUD Pacitan.

Dua Guru Ikut Jadi Korban

Yang mengejutkan, dua guru di sekolah yang sama turut mengalami gejala serupa. Salah satunya dirawat di luar daerah, sementara lainnya menjalani perawatan di rumah sakit swasta di Pacitan.

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa sumber masalah berasal dari makanan yang dikonsumsi bersama, bukan faktor individu.

Meluas ke TK dan SD, Skala Kasus Membesar

Kasus ini ternyata tidak berhenti di tingkat SMP. Sejumlah siswa TK dan SD di berbagai desa di Kecamatan Tegalombo juga mengalami gejala yang sama.

Wilayah terdampak meliputi:

  • Kebondalem
  • Gedangan
  • Ngreco
  • Kemuning
  • Tegalombo

Sejak 9 hingga 10 April, belasan siswa harus mendapatkan penanganan medis akibat gejala yang diduga keracunan.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji, menyebut diagnosis awal mengarah pada gastroenteritis akut, yakni infeksi pada saluran pencernaan.

Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Surabaya dan hasilnya diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Sebelum penanganan resmi dilakukan, keluhan warga lebih dulu ramai di media sosial. Sejumlah orang tua mengeluhkan kualitas makanan MBG yang diduga tidak layak konsumsi.

Beberapa siswa bahkan dilaporkan harus dipulangkan lebih awal hingga dirawat di rumah sakit.

Meluasnya kasus hingga melibatkan guru menjadi alarm serius bagi pelaksanaan program MBG di daerah.

Pengawasan kualitas makanan, kebersihan dapur, serta distribusi dinilai harus diperketat agar program yang bertujuan meningkatkan gizi ini tidak justru menimbulkan risiko kesehatan.

 

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Program MBG di SDN 01 Meruya Selatan dihentikan sementara imbas adanya dugaan keracunan.
Nasional

BGN Setop Ratusan Dapur MBG, Ini Sederet Pelanggaran yang Dilakukan

finnews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara...

Nasional

WNA China Hilang Terseret Arus di Pantai Cibobos Lebak

finnews.id – Tim Search and Rescue (SAR) Banten masih melakukan pencarian terhadap...

Nasional

Sah! Inilah Daftar Hari Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2026

finnews.id – Pemerintah telah menyusun rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama...

Nasional

Operasional Ratusan SPPG Ditangguhkan! BGN Banyak Temukan Masalah Serius

finnews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengambil langkah tegas dengan menangguhkan...