finnews.id – Serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon menewaskan sedikitnya 112 orang dan melukai ratusan lainnya. Eskalasi ini turut memicu ketegangan geopolitik, termasuk kabar penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sebanyak 837 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam berbagai wilayah, termasuk ibu kota Beirut. Serangan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak konflik terbaru dengan kelompok Hizbullah.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa operasi militer tersebut menargetkan ratusan anggota Hizbullah di berbagai titik strategis.
“Serangan ini merupakan pukulan terbesar terhadap Hizbullah sejak operasi besar sebelumnya,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Militer Israel juga mengklaim telah menggempur lebih dari 100 pusat komando dan fasilitas militer Hizbullah hanya dalam waktu singkat, dengan sasaran utama di Beirut selatan, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa.
Di tengah memanasnya konflik, media pemerintah Iran melaporkan bahwa otoritas setempat kembali menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Namun, laporan tersebut dibantah oleh pihak Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut informasi tersebut tidak akurat.
“Kami melihat peningkatan lalu lintas kapal di selat hari ini,” katanya kepada wartawan.
Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya dua kapal tanker tetap melintasi Selat Hormuz, menandakan jalur tersebut masih beroperasi meski situasi memanas.
Israel Tegaskan Serangan Berlanjut
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan terhadap Hizbullah akan terus dilakukan demi menjaga keamanan nasional.
“Kami akan terus menyerang dengan kekuatan dan ketepatan di mana pun diperlukan,” tulis Netanyahu.
Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang dianggap mengancam warga sipil Israel akan menjadi target operasi militer.
Ketegangan antara Israel, Hizbullah, dan Iran berpotensi memicu dampak global, terutama pada sektor energi dan jalur perdagangan internasional. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, sehingga setiap gangguan dapat memengaruhi harga minyak global.
Situasi di kawasan Timur Tengah hingga kini masih berkembang, dengan komunitas internasional terus memantau potensi eskalasi lanjutan.