Home Internasional Serangan Udara Israel di Gaza Kembali Picu Korban Jiwa, 12 Tewas!
Internasional

Serangan Udara Israel di Gaza Kembali Picu Korban Jiwa, 12 Tewas!

Bagikan
Serangan udara Israel di Gaza tewaskan 12 orang dekat sekolah pengungsi.
Bagikan

finnews.id – Serangan udara Israel di Jalur Gaza kembali menelan korban jiwa dan memperburuk situasi keamanan. Sedikitnya 10 orang tewas setelah serangan menghantam area dekat sekolah yang menampung pengungsi Palestina pada Senin, 6 April 2026.

Petugas kesehatan melaporkan bahwa beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi terbaru yang membayangi kesepakatan gencatan senjata Gaza yang didukung Amerika Serikat.

Bentrokan dan Serangan Drone di Kamp Maghazi

Sebelum serangan terjadi, situasi di lapangan sudah memanas. Sejumlah warga Palestina terlibat bentrokan dengan milisi yang didukung Israel. Warga menuding kelompok tersebut menyerang sekolah dengan tujuan menculik beberapa orang.

Bentrok berlangsung di wilayah timur kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah. Di tengah ketegangan itu, drone Israel menembakkan dua rudal ke area padat penduduk tersebut.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai sejumlah lainnya. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai jumlah warga sipil yang menjadi korban dalam serangan di kawasan yang mayoritas dihuni pengungsi.

Ahmed al-Maghazi, seorang saksi mata, menggambarkan situasi yang terjadi saat serangan berlangsung.

“Warga berusaha mempertahankan rumah mereka, tetapi pasukan pendudukan langsung menargetkan mereka,” katanya kepada Reuters.

Klaim Milisi dan Respons Hamas

Pada hari yang sama, seorang pemimpin milisi yang didukung Israel menyampaikan klaim melalui sebuah video. Ia mengatakan bahwa kelompoknya telah membunuh sekitar lima anggota Hamas, meskipun informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hamas belum memberikan komentar langsung terkait klaim tersebut. Namun, kelompok itu sebelumnya menyebut milisi yang beroperasi di wilayah yang dikuasai Israel sebagai “kolaborator Israel”.

Korban Bertambah dari Serangan Terpisah

Selain insiden di dekat sekolah, serangan lain juga terjadi pada hari yang sama. Serangan udara Israel menewaskan satu warga Palestina dan melukai seorang anak yang tengah mengendarai sepeda motor di Kota Gaza.

Di lokasi berbeda, pasukan Israel menembaki sebuah kendaraan di Gaza tengah dan menewaskan satu orang lagi. Dengan demikian, total korban tewas pada hari Senin mencapai sedikitnya 12 orang.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka menembak “kendaraan tanpa tanda pengenal” yang terus bergerak mendekati pasukan meski sudah diberikan “tembakan peringatan”.

WHO Hentikan Evakuasi Medis dari Gaza

Insiden keamanan yang terjadi juga berdampak pada operasi kemanusiaan. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa seorang kontraktor tewas dalam peristiwa tersebut.

Akibatnya, WHO memutuskan untuk menghentikan sementara evakuasi medis dari Gaza melalui Rafah menuju Mesir hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Militer Israel menyatakan bahwa dua karyawan lokal WHO mengalami luka-luka dan insiden tersebut masih dalam peninjauan. Sementara itu, WHO menegaskan bahwa dua stafnya berada di lokasi kejadian, namun tidak mengalami cedera.

Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh

Ketegangan antara Hamas dan Israel terus meningkat sejak gencatan senjata dimulai pada Oktober. Kedua pihak saling menyalahkan atas berbagai pelanggaran yang terjadi.

Kementerian kesehatan Gaza mencatat bahwa tembakan Israel telah menewaskan sedikitnya 700 orang sejak gencatan senjata diberlakukan. Di sisi lain, Israel menyebut empat tentaranya tewas akibat serangan militan Gaza dalam periode yang sama.

Hamas tetap menolak untuk melepaskan senjatanya, yang menjadi salah satu hambatan utama dalam pembicaraan lanjutan rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pada hari Minggu, sayap bersenjata Hamas menegaskan sikapnya.

Mereka menyebut pembahasan pelucutan senjata sebelum implementasi penuh tahap awal rencana tersebut sebagai upaya untuk melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai genosida terhadap rakyat Palestina.

Dampak Konflik yang Berkepanjangan

Konflik yang berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 telah menimbulkan dampak besar. Serangan tersebut menewaskan 1.200 orang di Israel, menurut data resmi negara tersebut.

Sebagai respons, kampanye militer Israel selama dua tahun terakhir menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina. Sebagian besar korban merupakan warga sipil, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Selain korban jiwa, konflik ini juga memicu krisis kemanusiaan. Banyak warga menghadapi kelaparan, infrastruktur hancur, dan sebagian besar penduduk Gaza terpaksa mengungsi.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Diplomasi Tingkat Tinggi Berhasil! Kapal Tanker Malaysia Lintasi Selat Hormuz

finnews.id – Kabar baik datang dari koridor maritim Timur Tengah. Satu dari...

Internasional

Iran Siap Respons Gencatan Senjata, Tapi Tak Akan Tunduk pada Tekanan AS!

finnews.id – Iran menyatakan telah merumuskan posisi dan tuntutannya terkait usulan gencatan...

Internasional

Iran Tuding Misi Penyelamatan Pilot AS Hanya Kedok untuk Curi Uranium yang Diperkaya

finnews.id – Ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memuncak pada Senin (6/4/2026)....

Internasional

Tak Hiraukan Protes Diplomatik, China Hukum Mati WN Prancis

finnews.id – Pemerintah Prancis melalui Kementerian Luar Negeri mengumumkan kabar mengejutkan terkait...