finnews.id – Maskapai Batik Air kembali memperluas jaringan penerbangannya, dengan membuka rute baru yang menghubungkan Bali dan Kupang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara menuju kawasan Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penerbangan langsung mulai beroperasi pada 30 Maret 2026 dengan frekuensi harian.
Berdasarkan informasi yang finnews.id dapat, untuk rute dari Bali ke Kupang, pesawat akan lepas landas pada sore hari dan tiba di malam hari.
Sementara itu, penerbangan dari Kupang ke Bali tersedia mulai keesokan harinya pada pagi hari.
Kehadiran rute ini diharapkan memberi kemudahan bagi masyarakat, wisatawan, maupun pelaku bisnis dalam melakukan perjalanan antarwilayah.
“Penerbangan langsung Bali-Kupang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, memperlancar aktivitas perdagangan antarwilayah, serta membuka peluang ekonomi baru bagi Bali dan Nusa Tenggara Timur,” ungkap Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.
Selain mempercepat mobilitas, jalur penerbangan ini juga diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta memperlancar aktivitas ekonomi antara Bali dan NTT.
Kupang sendiri diposisikan sebagai pintu masuk utama menuju berbagai destinasi di NTT.
Dari kota ini, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah lain seperti Alor, Ende, Maumere, hingga Waingapu.
Dengan demikian, akses menuju destinasi wisata di kawasan timur Indonesia menjadi semakin terbuka.
Di sisi lain, Bali tetap berperan sebagai hub strategis yang menghubungkan wilayah Indonesia timur dengan berbagai kota besar di dalam negeri.
Melalui jaringan penerbangan yang terintegrasi, penumpang dari Kupang juga dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi domestik maupun internasional dengan lebih mudah.
Pembukaan rute ini sekaligus memperkuat kerja sama antar wilayah, serta membuka peluang ekonomi baru.
Tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga perdagangan dan mobilitas masyarakat diperkirakan akan ikut terdorong dengan hadirnya koneksi udara langsung ini.