finnews.id – Vokalis band indie pop asal Malang, Coldiac, Sambadha, kini membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya di tanah air.
Ia resmi memperkenalkan karya solo perdana berjudul “Si Bungsu”, yang dirilis pada awal Maret 2026 sebagai penanda dimulainya eksplorasi musikal secara personal.
Lagu ini menjadi pintu masuk menuju mini album bertajuk Ruang Ruang Sandar, yang meluncur pada bulan April 2026.
Melalui proyek tersebut, Sambadha mencoba menghadirkan ruang refleksi yang lebih intim, terutama terkait hubungan dengan keluarga dan pengalaman batin yang sering kali tidak terungkap.
Dalam Si Bungsu, ia mengangkat sudut pandang anak terakhir dalam keluarga. Posisi ini kerap dianggap sebagai yang paling dimanja, atau terlindungi.
Namun Sambadha justru menyoroti sisi lain yang jarang dibicarakan, tekanan emosional yang tersembunyi, harapan yang tak diucapkan, serta keinginan untuk benar-benar dipahami oleh orang terdekat.
Inspirasi lagu ini berangkat dari pengalaman sederhana sehari-hari, mulai dari percakapan ringan, gestur kecil, hingga kenangan yang melekat kuat dalam keluarga.
Hal-hal yang tampak sepele tersebut, justru menjadi fondasi emosional dalam proses penciptaan lagunya.
“Aku dan anak bungsu lainnya mungkin juga menjadi yang pertama menyaksikan orang tua kami mulai memudar kesehatan dan kesejahteraan finansialnya, kami juga yang menyaksikan transisi rumah yang dulunya ramai, kini kian sepi,” ungkap Sambadha.
Lewat karya ini, ia berharap pendengar dapat kembali mengingat posisi mereka dalam lingkup keluarga masing-masing.
Tidak hanya itu, lagu ini juga membawa pesan untuk lebih menerima diri sendiri, memberi ruang atas ketidakpastian, serta menjalani proses hidup tanpa tekanan.
Sebagai pelengkap, Sambadha turut merilis visualizer yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube pribadinya.
Visual tersebut digarap dengan pendekatan yang sangat personal, memanfaatkan ruang rumah sebagai latar untuk memperkuat nuansa intim yang ingin disampaikan.
Langkah solo ini bukan berarti ia meninggalkan Coldiac, melainkan menjadi jalur baru untuk mengekspresikan sisi yang lebih reflektif dalam bermusik.
“Si Bungsu” pun menjadi awal dari perjalanan yang lebih personal, sekaligus jujur dalam kariernya.