finnews.id – Sebuah insiden tak biasa mencoreng prosesi fair play dalam laga lanjutan Grup G Kualifikasi Euro U-21 2026. Para pemain Timnas Bosnia dan Herzegovina U-21 secara mengejutkan menolak berjabat tangan dengan para pemain Timnas Israel U-21 sebelum peluit sepak mula berbunyi.
Aksi yang berlangsung di Stadion Árok utcai pálya pada Selasa 31 Maret 2026 ini langsung memicu perbincangan hangat di jagat maya. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, seluruh penggawa Bosnia tampak berjalan melewati barisan pemain Israel tanpa melakukan kontak fisik atau jabat tangan sedikit pun. Padahal, protokol resmi UEFA mewajibkan setiap tim melakukan jabat tangan sebagai simbol sportivitas.
Banyak pihak menduga aksi boikot ini merupakan bentuk protes simbolis terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah. Para pemain Bosnia tampaknya ingin menyuarakan keprihatinan atas isu kemanusiaan yang saat ini melibatkan Israel. Meski aksi tersebut terlihat sangat jelas, hingga saat ini Federasi Sepak Bola Bosnia maupun UEFA belum memberikan pernyataan resmi mengenai motif di balik insiden tersebut.
Ketegangan di luar lapangan ini untungnya tidak memicu keributan fisik saat pertandingan berlangsung. Namun, atmosfer di dalam stadion terasa jauh lebih dingin dari biasanya akibat penolakan protokol pembuka tersebut.
Beralih ke jalannya laga, kedua tim menunjukkan pertahanan yang sangat rapat. Sejak menit awal, Bosnia dan Israel kesulitan menembus kotak penalti lawan untuk menciptakan peluang bersih. Pertarungan lebih banyak terjadi di lini tengah dengan intensitas fisik yang cukup tinggi.
Meski kedua pelatih mencoba melakukan sejumlah pergantian pemain di babak kedua, skor kacamata alias 0-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Hasil imbang ini memaksa kedua tim harus puas berbagi satu poin dalam persaingan ketat di Grup G.
Tambahan satu poin ini membuat posisi kedua tim di klasemen sementara menjadi semakin sengit. Saat ini, Bosnia dan Israel sama-sama mengoleksi tujuh poin dari total enam pertandingan yang telah mereka jalani.
Namun, Bosnia berhak menduduki posisi yang lebih baik karena unggul dalam produktivitas gol. Bosnia mencatatkan selisih gol +1, sementara Israel masih tertahan dengan selisih gol -1. Di sisi lain, Norwegia U-21 masih kokoh memimpin puncak klasemen dengan raihan 12 poin sempurna dari lima laga. Sementara itu, Belanda dan Slovenia membuntuti di papan bawah dengan koleksi masing-masing lima poin.
Kejadian penolakan jabat tangan ini menambah daftar panjang bagaimana isu politik kerap merembet ke dalam lapangan hijau. Kini, publik menunggu apakah UEFA akan memberikan sanksi disiplin kepada tim Bosnia atas pelanggaran protokol prapertandingan tersebut.(*).