finnews.id – Rusia menyalahkan AS dan Israel karena berupaya menghambat upaya normalisasi hubungan antara Iran dan negara-negara tetangganya. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov juga mengkritik Presiden AS Donald Trump dan menyebut Trump “tidak tertarik pada hukum internasional.”
“Apa yang sekarang kita amati dalam hubungan di kawasan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel berupaya mencegah normalisasi hubungan antara Iran dan negara-negara tetangganya dan bahkan berupaya ‘menghasut’ anggota Dewan Kerja Sama Teluk untuk melawan Iran,” kata Lavrov dalam pertemuan Dewan Urusan Internasional Rusia di Moskow, Selasa, 31 Maret 2026.
Lavrov mengkritik pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan “pelanggaran berat terhadap hukum internasional”.
Ia juga mengingatkan bahwa dua hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak tertarik pada hukum internasional.
Menurut Lavrov, konflik saat ini merupakan perebutan posisi terdepan di dunia.
“Beberapa negara bersikeras bahwa Iran hanya menunggu alasan untuk menyerang mereka,” kata Lavrov. Ia menegaskan, bahwa Moskow secara tegas tidak setuju dengan penilaian ini.
Rusia Serukan Penghentian Agresi AS-Israel ke Iran
Lavrov menyatakan, Rusia menganggap penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil tidak dapat diterima. Ia menyerukan penghentian segera agresi AS dan Israel terhadap Iran.
Menurutnya, Moskow bersedia membantu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Timur Tengah dalam menyelesaikan situasi melalui jalur diplomatik.
“Rusia mendukung penghentian segera agresi AS dan Israel terhadap Iran. Kami menganggap penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil tidak dapat diterima, di mana pun itu berada—baik di Iran maupun di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk,” tambahnya.
“Bisa dikatakan bahwa kita sedang berada di tengah-tengah restrukturisasi tatanan dunia, yang diharapkan akan mengarah pada pembentukan dunia multipolar yang stabil dan adil. Namun untuk saat ini, restrukturisasi ini lebih terlihat seperti kehancuran, dalam setiap arti kata,” katanya.