Finnews.id – Otoritas Iran akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai wafatnya Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, pada Senin (30/3). Pengumuman ini muncul hanya selang beberapa hari setelah pihak Israel mengklaim telah menargetkan sang jenderal dalam sebuah operasi serangan udara di wilayah kedaulatan Iran.
Finnews.id – Otoritas Iran akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai wafatnya Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, pada Senin (30/3). Pengumuman ini muncul hanya selang beberapa hari setelah pihak Israel mengklaim telah menargetkan sang jenderal dalam sebuah operasi serangan udara di wilayah kedaulatan Iran.
Situs berita resmi milik IRGC, Sepah News, menyatakan bahwa Tangsiri mengembuskan napas terakhir akibat luka parah yang dideritanya pascaserangan tersebut. Sebelumnya, pada 26 Maret lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengumumkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berhasil melumpuhkan Tangsiri bersama sejumlah pejabat senior komando Angkatan Laut lainnya dalam sebuah operasi yang diklaim sangat presisi.
Kematian Tangsiri menambah daftar panjang jajaran elit Teheran yang gugur sejak dimulainya gelombang serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari silam. Eskalasi militer ini sebelumnya telah merenggut nyawa beberapa tokoh kunci, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta kepala keamanan Ali Larijani. Tercatat, sedikitnya 1.340 jiwa telah melayang akibat rentetan agresi di berbagai wilayah Iran.
Aksi Balasan dan Ancaman di Perairan Strategis
Iran tidak tinggal diam menanggapi rentetan serangan tersebut. Teheran telah meluncurkan gelombang rudal dan drone ke arah target-target militer di Israel serta negara-negara kawasan Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat. Laporan menyebutkan serangan balasan Iran menyebabkan kerusakan signifikan serta menewaskan sedikitnya 13 tentara AS di Teluk, sementara lebih dari 300 personel lainnya dilaporkan luka-luka.