Sebaliknya, versi Jepang juga menonjolkan aspek lokalnya.
Seperti kencan memakai Yukata di musim panas, kembang api, makan bento di kelas, bahkan naik sepeda.
Hal ini juga yang membuat alur dan elemen cerita berbeda.
Adanya sentuhan komedi bikin versi Drakor jadi lebih ringan dan manis.
Sedangkan penggambaran dunia yang kompleks dan teratur, bikin film versi Jepang jadi lebih serius.
Alur Cerita Berbeda, Tapi Konklusinya Sama
Yang paling berbeda adalah alur dari dua film ini. Di versi Korea, filmnya runtun dari A ke Z jadi penonton diajak mengikuti kehidupan dua karakter utama.
Lantas di akhir dapat tamparan getir tentang kisah dua sejoli ini.
Di versi Jepang, filmnya mencampurkan alur kilas balik di dalamnya.
Dari awal penonton diajak menerka apa yang terjadi kepada dua karakter ini.
Dimulai dari bagaimana kisah mereka terjalin dan tertulis melalui buku diary.