finnews.id – Kemacetan kronis di Jalur Puncak yang seolah tanpa solusi mulai memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor secara resmi memulai kajian ulang besar-besaran terhadap rekayasa lalu lintas di kawasan wisata favorit tersebut. Tidak lagi sekadar mengandalkan sistem One Way, pemerintah kini membidik solusi yang lebih sistematis dan permanen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil atas instruksi langsung Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Fokus utamanya: mengubah penanganan lalin dari yang tadinya bersifat sementara menjadi terintegrasi.
Pemkab Bogor tengah menggodok skema yang jauh lebih modern dibandingkan sistem manual saat ini. Beberapa opsi “berani” yang masuk dalam meja kajian meliputi:
- Pemasangan Traffic Light: Menempatkan lampu lalu lintas di titik-titik krusial.
- Pengaturan Jam Operasional: Membatasi waktu kendaraan tertentu untuk melintas guna mengurai kepadatan.
- Sistem Rekayasa Baru: Mencari formula yang lebih efektif dibanding sistem satu arah (One Way) yang selama ini dinilai belum maksimal menampung lonjakan volume kendaraan.
“Kami sedang mengkaji ulang, apakah penggunaan traffic light atau pengaturan jam kendaraan akan lebih efektif di lapangan,” ujar Ajat, Jumat (27/3/2026).
Target Utama: Penataan 7 Titik ‘Neraka’ Kemacetan
Sejumlah simpang yang selama ini menjadi biang kerok antrean panjang akan menjadi prioritas utama penataan. Titik-titik tersebut antara lain:
- Simpang Gadog & Pasir Muncang
- Pasir Angin
- Megamendung – Cipayung
- Kawasan Hankam
- Pasar Cisarua
- Kawasan Taman Safari
Selain kemacetan, aspek keselamatan menjadi sorotan tajam. Pemkab Bogor berencana menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur-jalur yang selama ini gelap gulita dan rawan kecelakaan.
Solusi Jalur Alternatif: Pasir Muncang – Citeko
Untuk memecah konsentrasi kendaraan di jalur utama, pemerintah daerah menyiapkan rencana pembukaan jalur alternatif strategis, yaitu rute Pasir Muncang – Sukagalih – Citeko. Jalur ini diharapkan menjadi “napas baru” bagi pengendara yang ingin menghindari kepadatan di area pasar dan persimpangan utama.