Fakultas Farmasi
Farmasi juga meningkat dari 1.820 menjadi 2.336 kursi dalam periode yang sama.
Kenaikan serupa terjadi pada psikologi, keperawatan, dan kedokteran gigi. Meski demikian, tingginya rasio peminat dibandingkan daya tampung menunjukkan persaingan yang tetap ketat. Pada 2025, program studi kedokteran masih mencatat sekitar 22 pendaftar untuk setiap satu kursi.
Psikologi sekitar 15 pendaftar per kursi, sementara farmasi sekitar 18 pendaftar per kursi. Artinya, meski kursi bertambah, kompetisi tetap ketat.Menariknya, peta persaingan UTBK-SNBT kini tidak lagi sepenuhnya mengikuti reputasi historis kampus. Fakultas kedokteran dan kedokteran gigi legendaris seperti FK Universitas Indonesia yang berakar dari STOVIA, serta FK dan FKG Universitas Airlangga yang terkait dengan NIAS dan STOVIT, tetap berada di kelompok sangat kompetitif.FK UI, misalnya, berada di kisaran rasio 1:37, sementara FKG Unair sekitar 1:23. Angka ini masih tinggi, tetapi tidak setinggi beberapa program kedokteran di kampus lain yang relatif lebih baru.