Bahkan beberapa kampus seperti Universitas Khairun mencatat rasio sekitar 1:8.
Fakultas Kedokteran Gigi
Pada kedokteran gigi, pola serupa juga terlihat. Kelompok paling ketat dipimpin Universitas Diponegoro dengan rasio 1:66, disusul Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Brawijaya, dan Universitas Padjadjaran di kisaran 1:31 hingga 1:36.
Lapisan menengah berada pada rasio 1:23 hingga 1:30, mencakup Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Airlangga. Sementara itu, kelompok yang lebih longgar berada pada rasio 1:19 hingga 1:24 seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Jember, hingga Universitas Udayana, dan mulai semakin longgar di bawah 1:15 seperti Universitas Lambung Mangkurat.Di tingkat global, kebutuhan tenaga keperawatan juga terus meningkat.
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan dunia masih akan mengalami kekurangan sekitar 4,8 juta perawat dan bidan pada 2030, dengan kesenjangan terbesar terjadi di Afrika, Asia Tenggara, dan kawasan Mediterania Timur.
Kebutuhan yang besar ini turut tercermin dalam dinamika persaingan di tingkat pendidikan. Dalam UTBK-SNBT, program studi keperawatan menunjukkan spektrum persaingan yang paling lebar.
Kedokteran secara konsisten menjadi yang paling diminati. Pada 2021, jumlah peminat mencapai 64.454 orang dan meningkat hingga puncaknya pada 2023 sebanyak 74.787 orang, sebelum turun menjadi 70.927 pada 2025.
Kondisi serupa terlihat pada program studi farmasi dan psikologi. Peminat farmasi sempat naik dari 40.034 menjadi 45.927 , lalu cenderung menurun hingga 42.354 pada 2025. Sementara itu, psikologi yang sempat menyentuh 61.069 peminat pada 2023, turun menjadi 53.031 pada 2025. Berbeda dengan tren tersebut, kedokteran gigi justru menunjukkan peningkatan minat yang relatif stabil. Jumlah peminat naik dari 15.515 pada 2021 menjadi 18.941 pada 2025. Adapun keperawatan mengalami fluktuasi, dengan lonjakan signifikan pada 2024 mencapai 32.397 peminat, sebelum sedikit menurun di 2025. Di sisi lain, daya tampung seluruh program studi ini terus meningkat setiap tahun. Daya tampung kedokteran, misalnya, naik dari 2.299 kursi pada 2021 menjadi 3.159 pada 2025.