Home Lifestyle Persaingan UTBK SNBT 2026 Lebih Ketat untuk Prodi Kedokteran Baru
Lifestyle

Persaingan UTBK SNBT 2026 Lebih Ketat untuk Prodi Kedokteran Baru

persaingan UTBK SNBT 2026

Bagikan
Bagikan

Pada 2025, program studi kedokteran masih mencatat sekitar 22 pendaftar untuk setiap satu kursi. Psikologi sekitar 15 pendaftar per kursi, sementara farmasi sekitar 18 pendaftar per kursi. Artinya, meski kursi bertambah, kompetisi tetap ketat.

 

Menariknya, peta persaingan UTBK-SNBT kini tidak lagi sepenuhnya mengikuti reputasi historis kampus. Fakultas kedokteran dan kedokteran gigi legendaris seperti FK Universitas Indonesia yang berakar dari STOVIA, serta FK dan FKG Universitas Airlangga yang terkait dengan NIAS dan STOVIT, tetap berada di kelompok sangat kompetitif.

FK UI, misalnya, berada di kisaran rasio 1:37, sementara FKG Unair sekitar 1:23. Angka ini masih tinggi, tetapi tidak setinggi beberapa program kedokteran di kampus lain yang relatif lebih baru.

Sebaliknya, program kedokteran di kampus yang relatif baru justru mencatat rasio yang lebih tajam. Universitas Negeri Yogyakarta menjadi contoh paling mencolok dengan rasio 1:94, jauh melampaui banyak fakultas kedokteran mapan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keterbatasan kuota awal di prodi baru, dikombinasikan dengan tingginya minat, dapat mendorong lonjakan persaingan.

Dengan kata lain, nama besar tidak lagi menjadi satu-satunya indikator tingkat kesulitan masuk.

 

Fakultas Kedokteran

Pada rumpun kedokteran, kelompok paling ketat berada di atas rasio 1:50. Selain Universitas Negeri Yogyakarta , kelompok ini juga diisi Universitas Gadjah Mada , Institut Pertanian Bogor , serta sejumlah kampus negeri lain seperti Universitas Negeri Padang , Universitas Negeri Surabaya , dan Universitas Negeri Malang yang berada di kisaran 1:49 hingga 1:57.

Lapisan berikutnya berada pada kisaran 1:30 hingga 1:40, mencakup Universitas Indonesia , Institut Teknologi Sepuluh Nopember , Universitas Sebelas Maret , Universitas Airlangga , dan Universitas Brawijaya.

Kelompok ini tetap sangat kompetitif dengan peluang sekitar 2 hingga 3 persen.

Sementara itu, pilihan yang relatif lebih longgar berada di bawah rasio 1:20, seperti Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Pattimura, hingga Universitas Mataram dan Universitas Cenderawasih yang berada di kisaran 1:10 hingga 1:13.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Waspada Varian Baru Covid 19 dari AS, Mampu Tembus Perlindungan Vaksin

“Vaksin mRNA Covid-19 adaptasi LP.8.1 tahun 2025–2026 menunjukkan perlindungan terhadap strain JN.1...

Lifestyle

Warung Tutup Pasca Lebaran 2026, BliBli Berikan Solusi

2.Produk personal care dan suplemen kesehatan Sabun mandi Facial wash Shampo Skincare...

Lifestyle

Viral, Begini cara Guru di China Ajarkan Budi Pekerti

  4. Pelatihan Kerja Keras Selain etika, guru di China juga mengajarkan...

Lifestyle

Habis Lebaran Orang Sakit Bertambah, Apa sebabnya?

finnews.id – Hari Raya Idul Fitri identik dengan momen silaturahmi dan kumpul...