finnews.id – Serangan Israel menghantam pinggiran selatan Beirut pada Senin, 23 Maret 2026. Ini merupakan serangan pertama terhadap benteng Hizbullah dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, serangan Israel telah menghantam daerah Hazmieh yang mewah dan mayoritas beragama Kristen di dekat Beirut. Israel mengatakan, serangan itu menargetkan seorang anggota sayap operasi luar negeri Garda Revolusi Iran.
Siaran langsung AFPTV menunjukkan kepulan asap di atas pinggiran selatan ibu kota, dan Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah melaporkan beberapa serangan di daerah tersebut.
Militer Israel juga mengumumkan bahwa mereka “menyerang infrastruktur Hizbullah di Beirut” setelah sebelumnya menyerukan warga untuk meninggalkan pinggiran selatan.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah ketika Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel-AS.
Sejak saat itu, Israel telah melancarkan serangan di seluruh Lebanon, menewaskan sedikitnya 1.039 orang, dan mengirim pasukan darat ke selatan negara itu.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, militer Israel mengatakan bahwa “selama kegiatan untuk menemukan senjata di Lebanon selatan, pasukan (Israel) mengidentifikasi beberapa teroris bersenjata dari Pasukan Radwan Hizbullah yang berencana menembakkan rudal anti-tank”, merujuk pada pasukan komando kelompok tersebut.
“Setelah diidentifikasi, para teroris menyerah. Mereka ditangkap oleh pasukan dan dipindahkan ke wilayah Israel untuk diinterogasi lebih lanjut,” tambah pernyataan tersebut.