Setelah saya expired, saya dengar Agus melakukan ekspansi besar-besaran. Ambil kredit bank. Menambah peralatan yang lebih baru dan besar.
“Saya dapat pesanan besar langsung dari bapak Presiden Jokowi,” katanya di media. Kalau tidak salah ingat: 200 mesin panen dan mesin tanam padi.
Berapa tahun kemudian saya baca berita: Agus marah-marah di media. Pesanan presiden itu tidak jadi. Agus telanjur ekspansi. Kreditnya macet. Perusahaannya pun bangkrut. Saya tidak sampai hati untuk menengoknya.
Beberapa tahun kemudian, ketika marahnya sudah reda, saya kirim WA kepadanya: harus bangkit lagi. “Bedanya pengusaha dan orang biasa adalah ini: pengusaha itu ketika jatuh selalu berusaha bangkit”.
Saya cemburu XCMG di Xuzhou. Fisik saya di sana, hati saya di Mlilir. (Dahlan Iskan)