Mahmoud Abdel Wahed dari Al Jazeera, melaporkan dari Baghdad, mengatakan bahwa drone bermuatan bahan peledak menghantam atap hotel, yang juga dikenal sebagai Royal Tulip Hotel.
“Hotel tersebut, yang terletak dekat Kedutaan Besar AS, merupakan tempat tinggal beberapa misi diplomatik asing, termasuk… Uni Eropa dan Arab Saudi, dan juga karyawan asing di perusahaan minyak,” kata Abdel Wahed.
“Setelah serangan ini, pasukan keamanan telah dikerahkan di daerah tersebut, dan mereka telah memblokir semua jalan menuju Zona Hijau dengan kendaraan lapis baja dan barikade,” ujar Wahed.
Menurut Wahed, serangan terhadap Al Rasheed tampaknya merupakan pembalasan atas serangan mematikan dan diduga dilakukan AS terhadap pos pemeriksaan yang dijaga oleh pasukan PMF di kota Al-Qaim, di provinsi Anbar bagian barat, dekat perbatasan dengan Suriah, pada hari sebelumnya. Menurut tentara Irak, setidaknya delapan tentara tewas dalam serangan tersebut.