finnews.id – Nama “Profesor Jiang (Jiang Xueqin)” viral setelah dua dari tiga prediksinya di tahun 2024 sudah terbukti benar.
Publik saat ini menantikan “ramalannya” yang satu lagi bahwa Amerika Serikat akan kalah dalam perang melawan Iran.
Dua ramalan pertama yang sudah terbukti benar adalah bahwa:
Pertama, Donald Trump akan kembali menjadi Presiden AS (sudah terbukti).
Kedua, AS akan menyerang Iran, dan terbukti dengan digelarnya Operation Epic Fury atas perintah langsung Presiden Donald Trump, yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Prediksi yang ketiga, bahwa AS akan kalah dalam perang melawan Iran, saat ini perang AS-Israel vs Iran masih berlangsung, dengan indikasi terbaru menunjukkan bila Trump berniat akan segera menyudahi perang skala besar ini.
Ia berargumen bahwa AS saat ini memang sedang memenangkan pertempuran awal, seperti serangan udara dan penghancuran infrastruktur Iran.
Namun, kata dia, di sisi lain berkaitan dengan itu AS sedang mengalami kekalahan dalam perang atrisi yang menimbulkan kelelahan jangka panjang.
Namun, kata dia, seiring dengan itu AS sedang mengalami kekalahan dalam perang atrisi yang menimbulkan kelelahan jangka panjang.
Ia mengibaratkan serangan AS ke iran ini seperti Sicilian Expedition Athena kuno, yakni sebuah petualangan militer yang tampak hebat di awal tetapi akhirnya menghancurkan kekaisaran itu sendiri.
Poin kedua, Prof. Jiang menyoroti soal militer AS yang “salah desain”.
Ia mengatakan bahwa militer AS sejatinya didesain untuk “Perang Dingin” yang melibatkan teknologi mahal, canggih, dan kompleks.
Sementara Iran menggunakan drone murah, seperti keluarga Shahed, dan rudal balistik yang diproduksi massal.
Secara hitungan matematis, AS harus menghabiskan rudal pertahanan seharga jutaan dolar untuk menjatuhkan drone seharga ribuan dolar.
Prof. Jiang menyebut hal itu sebagai “kebangkrutan logistik” karena AS akan kehabisan stok amunisi jauh lebih cepat daripada Iran.
Lalu yang juga harus dipahami, Prof. Jiang menyoroti “kekonyoloan besar” jika AS memutuskan untuk mengirim pasukan darat ke pegunungan Iran.