Kondisi tersebut membuat lalu lintas di beberapa persimpangan menjadi lebih padat dibandingkan biasanya. Kendaraan pemudik yang melintas harus berbagi ruang jalan dengan aktivitas masyarakat setempat yang tetap menjalankan kegiatan sehari-hari.
Selain kendaraan pribadi, sejumlah bus antarkota antarprovinsi juga terlihat membawa penumpang menuju terminal di Kota Semarang. Kehadiran bus-bus tersebut semakin menambah volume kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan utama kota.
Peningkatan jumlah kendaraan ini diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini seiring dengan semakin dekatnya puncak arus mudik Lebaran 2026. Banyak masyarakat memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi mendekati hari raya.
Kota Semarang sendiri menjadi salah satu titik persinggahan penting bagi para pemudik yang melintas di jalur pantura maupun Tol Trans Jawa. Sebagian pemudik memilih beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan seperti Demak, Kudus, Pati, hingga wilayah Jawa Timur.
Selain itu, sejumlah pemudik juga menjadikan Kota Semarang sebagai tujuan akhir perjalanan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Dengan meningkatnya arus kendaraan yang memasuki wilayah kota, aparat kepolisian dan instansi terkait terus melakukan pengawasan di berbagai titik strategis. Petugas mengimbau para pemudik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga kondisi tubuh selama perjalanan.