Home News Soal Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Berbalik Arah, Tantang Roy Suryo Duel Forensik Terbuka!
News

Soal Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Berbalik Arah, Tantang Roy Suryo Duel Forensik Terbuka!

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Panggung polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengalami dekade baru yang mengejutkan. Rismon Sianipar, pakar digital forensik yang sebelumnya vokal mengkritisi dokumen tersebut, kini resmi “menyeberang”. Tak tanggung-tanggung, usai meminta maaf langsung kepada Jokowi, ia kini melayangkan tantangan terbuka kepada Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Rismon mengajak para peragu ijazah tersebut untuk beradu argumen di depan publik melalui demonstrasi rekonstruksi keaslian dokumen.

Dalam keterangan pers di Istana Wakil Presiden, Jumat (13/3/2026), Rismon menantang tim Roy Suryo untuk membedah unsur-unsur teknis seperti watermark, emboss, hingga stempel dokumen secara ilmiah.

“Saya akan tunjukkan bagaimana teknik pencahayaan dengan sudut tertentu bisa memengaruhi tampilan warna pada dokumen. Silakan Pak Roy Suryo atau yang lain datang. Kita lakukan secara terbuka!” tegas Rismon.

Menurutnya, edukasi ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam opini, melainkan memahami metode digital forensik yang objektif.

3 Temuan Kunci yang Mengubah Segalanya

Perubahan sikap Rismon bukan tanpa alasan. Setelah melakukan kajian marathon selama tiga bulan terakhir, ia mengaku menemukan bukti-bukti fisik yang sebelumnya “tersembunyi” dalam foto:

  • Eksistensi Emboss: Terdeteksi jelas di bagian kiri bawah ijazah.
  • Watermark Struktur Kertas: Ditemukan konsistensi pada serat kertas dokumen asli.
  • Rekonstruksi Geometri: Stempel yang sebelumnya dianggap hilang atau samar, kini muncul setelah dianalisis menggunakan variabel intensitas cahaya dan jenis lensa kamera yang presisi.

“Semua fitur itu konsisten dengan dokumen pembanding milik Dian Sandi Utama,” tambahnya.

Menulis Ulang Sejarah: Buku Baru Sebagai Antitesis
Langkah Rismon tergolong ekstrem dalam dunia akademik. Ia mengumumkan akan menulis buku baru yang justru membantah dua karya fenomenal sebelumnya, yakni Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game.

Buku yang ditargetkan rampung pada 2026 ini akan memuat hasil riset terbarunya yang ia klaim sebagai “kebenaran melalui rekonstruksi”.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

Rest Area KM 19 Tol Jakarta–Cikampek Mulai Dipadati Pemudik, Kendaraan dari Berbagai Daerah Berdatangan

finnews.id – Arus mudik Lebaran mulai terasa di Rest Area KM 19...

News

Jamin Kelancaran Mudik 2026, ASTRA Infra Siapkan Strategi Terintegrasi di Tol Tangerang-Merak

finnews.id – Pengelola jalan tol ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak telah melakukan...

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
News

Finnews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memproyeksikan fenomena unik pada musim mudik...

News

Arus Mudik Lebaran 2026: Pelabuhan Merak Terpantau Sepi Pemudik

finnews. Id – Kondisi arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten,...