finnews.id – POCO kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan memperkenalkan lini terbarunya, POCO C85x 5G. Sub-brand dari Xiaomi ini meluncurkan perangkat tersebut secara global dengan mengunggulkan perpaduan antara kapasitas daya tahan baterai yang luar biasa dan performa konektivitas 5G yang kencang.
Langkah POCO meluncurkan seri C85x 5G ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk mendominasi segmen entry-level yang membutuhkan fungsionalitas tinggi tanpa menguras kantong.
Pada sisi visual, POCO C85x 5G menawarkan layar berukuran jumbo 6,9 inci. Meski masih menggunakan resolusi HD+, POCO menyematkan fitur premium berupa refresh rate adaptive hingga 120 Hz. Teknologi ini memungkinkan pergerakan layar terasa sangat mulus saat pengguna melakukan scrolling atau bermain gim, namun tetap hemat daya saat menampilkan konten statis.
Pihak perusahaan juga mengklaim layar ini mampu mencapai tingkat kecerahan maksimal hingga 810 nits dalam mode High Brightness Mode. Angka tersebut memastikan pengguna tetap dapat melihat konten di layar dengan jelas meski sedang berada di bawah sinar matahari langsung.
Dapur pacu POCO C85x 5G mengandalkan System on Chip (SoC) Unisoc T8300 dengan fabrikasi modern. Chipset ini memiliki konfigurasi prosesor delapan inti (octa-core) yang terdiri dari 2x Cortex-A78 berkecepatan 2,2 GHz untuk performa tinggi, serta 6x Cortex-A55 berkecepatan 2 GHz untuk efisiensi daya. Untuk mendukung pengolahan grafis, POCO menyematkan GPU ARM Mali-G57-MC2.
POCO menyediakan satu pilihan RAM sebesar 4 GB guna mendukung multitasking harian. Sementara untuk ruang penyimpanan, pengguna dapat memilih antara kapasitas 64 GB atau 128 GB yang sudah menggunakan teknologi UFS 2.2. Jika kapasitas tersebut masih terasa sempit, Anda bisa menambah ruang melalui slot microSD yang mendukung kapasitas hingga 1 TB.
Nilai jual paling menonjol dari POCO C85x 5G terletak pada sektor catu daya. Ponsel ini menggendong baterai berkapasitas monster, yakni 6300 mAh. Menariknya, POCO menjamin baterai ini memiliki umur panjang. Perusahaan menyebut baterai tetap mampu mempertahankan kapasitas 80% meskipun pengguna telah melakukan pengisian daya sebanyak 1000 kali.