Berikut adalah beberapa kutipan puisi atau prosa liris karya Reshie Fastriadi:
Tentang Kenangan (Resah Jadi Luka-nya Daun Jatuh):
“Aku seperti mendapatkan mukjizat saat pertama kau mengulurkan tangan. Kau menolongku ketika jatuhku adalah niscaya. Mengobatiku dengan usapan paling menghangatkan dada.”
Tentang Masa Lalu (If u could see me cryin’ in my room):
“Kau tiba-tiba datang lewat runcing hujan. Aku terbang sekalian; menjelajah ke ruang pekat bernama kenangan. Di sana ada kita yang monokrom.”
Pesan Untukmu:
“Saat ada yang mendekatimu, ingatlah selalu kebrengsekanku. Ingatlah selalu pada banyak hal tentang aku yang mengecewakanmu. Ingat selalu wajahku. Dengan cara itu, kau jadi lebih bisa berhati-hati.”
Nanti Kita Seperti Ini (Batas Senja):
“Gambaran soal kita menjadi tua dan bisa bercengkrama di ruang keluarga, akhirnya dikabulkan Tuhan Yang Maha Esa… Kita menaman doa di tiap sudut rumah. Kemesraan kita membuat jagat raya cemburu buta.”
Karya-karya tersebut banyak ditemukan di blog pribadinya, yang sering menghubungkan narasi cerita dengan judul lagu yang populer saat ini.