Pengguna dapat mengunduh data ciuman tersebut, melalui aplikasi pendamping yang telah disiapkan.
Nah ide ini lahir karena lockdown yang terjadi di China selama tiga tahun pandemi Covid-19 yang lalu.
Hanya dalam kurun waktu dua minggu setelah diluncurkan, perusahaan sudah menjual lebih dari tiga ribu MUA. Ditambah saat itu Siweifuse menerima sekitar 20 ribu pesanan alat ini.
Untuk bentuk MUA menyerupai sebuah bibir yang diberikan dudukan, agar bisa terpasang di HP para penggunanya. Kemudian untuk bisa menggunakannya, para pasangan harus mengunduh aplikasi tambahan di ponsel.
Selanjutnya orang-orang harus memasang mesin ciuman jarak jauh, dengan mencolokkannya ke lubang charger. Baru setelahnya perangkat yang sudah dihubungkan ke aplikasi tersebut bisa dipakai.