finnews.id – Kabar gembira bagi Anda yang sudah merencanakan pulang kampung! Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan mudik Lebaran 2026 tidak hanya soal rindu yang terobati, tapi juga soal keamanan yang terjamin.
Tak main-main, Polri mengerahkan “pasukan raksasa” sebanyak 317.664 personel untuk mengawal pergerakan jutaan pemudik di seluruh penjuru negeri.
Angka fantastis ini terungkap dalam diskusi bertajuk Sinergi Pemerintah dan Stakeholder buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman di Senayan, Jakarta (5/3/2026). Jika ditambah dengan personel dari instansi terkait, total ada hampir 390.000 petugas gabungan yang siap berjaga di lapangan.
1. Operasi Ketupat 2026: Fokus di 185 Ribu Titik Strategis
Polri tidak hanya menjaga jalan raya. Melalui Operasi Ketupat 2026, pengamanan diperketat di lokasi-lokasi yang menjadi pusat kerumunan massa. Tercatat ada 185.544 lokasi yang masuk dalam radar pengawasan, di antaranya:
- Transportasi Umum: 618 terminal, 268 stasiun, 562 pelabuhan, dan 182 bandara.
- Hiburan & Belanja: 2.962 mal/pusat perbelanjaan dan 4.640 objek wisata.
- Tempat Ibadah: 121.796 masjid dan 54.000 lokasi salat Idul Fitri.
2. Ribuan Posko Siap Melayani 24 Jam
Jangan khawatir jika mobil mogok atau badan terasa lelah di jalan. Polri telah menyiapkan 2.756 Posko Operasi Ketupat dengan fasilitas lengkap:
- 784 Pos Pelayanan: Tempat istirahat yang nyaman bagi pemudik.
- 1.629 Pos Pengamanan: Menjaga kamtibmas tetap kondusif.
- 343 Pos Terpadu: “One-stop service” yang melibatkan tenaga medis, bengkel, hingga perwakilan kementerian.
“Di pos terpadu ini, pelayanan benar-benar maksimal. Ada Dinas Kesehatan sampai bengkel siaga yang siap membantu masyarakat,” jelas Brigjen Faisal, Dirgakum Korlantas Polri.
3. Catat Tanggalnya! Prediksi Puncak Arus Mudik & Balik
Agar tidak terjebak macet total ( gridlock ), perhatikan jadwal prediksi puncak arus lalu lintas berikut ini:
- Puncak Arus Mudik: 14–15 Maret (Gelombang I) dan 18–19 Maret (Gelombang II).
- Puncak Arus Balik: 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Tips Mudik Aman 2026:
Polri mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan selalu memantau informasi rekayasa lalu lintas (seperti One Way atau Contraflow) melalui kanal resmi kepolisian.