finnews.id – Polri telah mematangkan strategi besar untuk mengawal Operasi Ketupat 2026. Fokus utama tahun ini adalah mengamankan arus mudik dan balik Lebaran yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan.
Sebanyak 2.746 posko akan disiagakan di seluruh titik strategis mulai 13 hingga 26 Maret 2026. Langkah masif ini diambil guna menjamin perjalanan masyarakat tetap aman, tertib, dan lancar.
Rincian 2.746 Posko dan 185 Ribu Objek Vital
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa ribuan posko tersebut dibagi menjadi tiga kategori utama untuk memaksimalkan pelayanan:
- 1.624 Pos Pengamanan: Fokus pada pemantauan situasi kamtibmas.
- 779 Pos Pelayanan: Tempat istirahat dan bantuan medis bagi pemudik.
- 343 Pos Terpadu: Pusat koordinasi lintas instansi.
Seluruh personel akan dikerahkan untuk mengamankan sedikitnya 185.608 objek vital, yang meliputi:
- Masjid dan lokasi Shalat Idul Fitri.
- Pusat perbelanjaan dan area publik.
- Simpul transportasi (Terminal, Stasiun, Pelabuhan, dan Bandara).
- Destinasi wisata favorit keluarga.
“Penyiagaan ini adalah komitmen Polri untuk memastikan keamanan masyarakat, baik saat berangkat mudik maupun ketika kembali ke kota asal,” ujar Dedi di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta (2/3/2026).
Jadwal Gelombang Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan prediksi puncak arus kendaraan agar dapat mengatur jadwal perjalanan dengan lebih baik.
Polri memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan terbagi dalam dua gelombang:
- Gelombang pertama: 14–15 Maret 2026
- Gelombang kedua: 18–19 Maret 2026
Lonjakan ini diperkirakan beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Sementara itu, arus balik juga diprediksi terjadi dalam dua fase:
- Gelombang pertama: 25–26 Maret 2026
- Gelombang kedua: 28–29 Maret 2026
Lonjakan arus mudik gelombang kedua diperkirakan beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi, sehingga volume kendaraan diprediksi akan sangat padat.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas: One Way hingga Ganjil Genap
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tetap menjadi instrumen utama untuk mengurai kepadatan. Beberapa skema yang akan diterapkan secara situasional meliputi:
- Sistem One Way & Contraflow: Diterapkan di ruas tol utama.
- Ganjil Genap: Untuk membatasi volume kendaraan di jam tertentu.
- Delaying System & Buffer Zone: Khusus di area pelabuhan penyeberangan untuk mencegah antrean panjang.
- Pengaturan Rest Area: Mencegah penumpukan kendaraan di bahu jalan tol.
- Pembatasan Kendaraan Sumbu Tiga: Larangan melintas bagi truk non-logistik selama periode puncak.
Fasilitas Penitipan Kendaraan dan Hotline 110
Polri memberikan solusi bagi pemudik yang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong:
- Layanan Penitipan Kendaraan: Masyarakat dapat menitipkan sepeda motor atau mobil di kantor polisi terdekat (Polsek/Polres) secara gratis.
- Hotline 110: Layanan tanggap darurat yang aktif 24 jam untuk melaporkan kejadian kriminal, kecelakaan, atau sekadar meminta informasi lalu lintas terkini.
Dampak Ekonomi: Target Putaran Uang Rp137 Triliun
Keamanan yang terjaga dalam Operasi Ketupat 2026 tidak hanya soal keselamatan jiwa, tetapi juga ekonomi. Pada Lebaran tahun sebelumnya, perputaran uang dari pusat ke daerah mencapai Rp137 triliun.