Danau itu dibangun di dekat ikon utama Lapangan Banteng: patung pembebasan bangsa. Salah satu dari banyak patung yang pembangunannya diprakarsai Bung Karno.
Patung di situ menggambarkan seorang laki-laki yang dengan semangatnya mematahkan rantai besi yang membelenggu kedua tangannya: bebas dari penjajahan Belanda.
Di sisi lain dari patung itulah dibangun panggung gembira. Menghadap lapangan rumput. Menampilkan kreativitas anak-anak muda. Wamen Irene sedang duduk di atas rumput menyaksikannya. Ketika saya tiba di sebelah wamen, band dari Universitas Indonesia sedang mengakhiri penampilannya. Diganti band dari ITB. Lagu pertama band ITB itu yang bikin lapangan rumput histeris: Bohemian Rhapsody dari Queen. Dokter ahli jantung Jagaddhito Probokusumo yang menemani saya sampai ikut ber-Rhapsody. Lagu berikutnya masih dari Queen: Dont Stop Me Now.
Baju saya sangat tidak cocok dengan itu: batik merah yang dibuat istri khusus untuk acara imlek. Maka saya copot semua kancing baju: biar tidak terlalu ditertawakan rumput yang bergoyang. (Dahlan Iskan)