Catatan Dahlan Iskan

Imlek Banteng

catatan dahlan iskan

Bagikan
Bagikan

Sekian tahun kemudian saya dengar kekejaman yang lain terjadi di Lapangan Banteng: kekejaman politik.

Kala itu baru ada dua partai politik: PDI dan PPP. Lalu ada satu golongan: Golkar. Tiga itulah yang boleh ikut Pemilu. PPP terlihat kian menguasai ibu kota. Kampanyenya selalu dibanjiri pendukung. Lalu akan ada kampanye akbar PPP di Lapangan Banteng. Itulah kampanye penutup seminggu sebelum Pemilu 1977. Golkar sangat terancam kalah telak.

Di akhir kampanye besar itu, menjelang senja, terjadilah bentrokan fisik yang sangat berdarah. Pemilu tinggal tujuh hari di depan. Nama PPP diharapkan hancur.

Saya sudah lupa: apakah akhirnya Golkar bisa menang di ibu kota –yang biasanya selalu kalah.

Sekian tahun lagi kemudian saya dengar Lapangan Banteng dibenahi. Jadi taman kota. Di zaman gubernur DKI Anies Baswedan Lapangan Banteng dipercantik. Tapi saya tidak tahu apakah bisa secantik Helga.

Akhirnya saya tahu. Malam itu. Baru malam itu. Kamis malam lalu. Bersama Helga saya ke Lapangan Banteng. Mobil berhenti di depan gerbang depan Hotel Borobudur.

Saya terpana.

Sepanjang jalan depan hotel itu dihias. Gemerlap. Penuh lampion. “Kita buat seperti Orchard Road,” ujar Helga. Maksudnyi: Orchard Road Singapura di waktu malam di waktu Imlek.

Lalu kami memasuki gerbangnya. Ada plasa luas di situ. Plasa itu diubah: dijadikan semacam museum Imlek. Museum terbuka. Saya merasa sayang kalau semua ini dibongkar dan dibuang setelah bazar imlek ini selesai. Saya perhatikan pengerjaannya bagus-bagus. Profesional.

Kami terus melangkah ke tengah lapangan bertaman itu. Ternyata ada danau buatan. Penuh air jernih. Danaunya kecil tapi cantik. Sekecil-kecil danau masih lebih besar dari kolam besar. Ada plasa beratap artistik di salah satu sisinya. Ada panggung besar di seberangnya.

Air adalah lambang kelembutan. Damai. Teduh. Kekejaman Lapangan Banteng di masa lalu seperti sudah lama ditenggelamkan ke dalam air danau buatan itu.

Di plaza yang di tepi danau itulah puncak acara imlek dilaksanakan nanti malam. Di panggung seberang danau itulah Presiden Prabowo akan berpidato. Di panggung itu pula sejumlah tari dan nyanyi dipertunjukkan –jangan-jangan presiden akan nyanyi spontan malam nanti.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Petir Ngambek

Maka ia putuskan: ngambek lewat media saja. Ampuh. Tukang khayal seperti Anda...

Catatan Dahlan Iskan

Petir India

Terlalu pusing saya memikirkan: akan dipakai mengangkut apa mobil itu. Agar hasil...

Catatan Dahlan Iskan

WNI WNI

  Kejengkelan itu sampai tersimpan di bawah sadarnyi. Maka ketika di satu...

Catatan Dahlan Iskan

Kolegium MK

“Apa akibat nyata dari putusan MK itu? Bagaimana dengan pendidikan spesialis yang...