Catatan Dahlan Iskan

Petir India

Catatan dahlan iskan

Bagikan
Bagikan

Joao kenal Presiden Prabowo. Kenal dekat. Masih tetap berhubungan pun setelah Prabowo menjadi presiden. Joao adalah tokoh di Timor Timur –sekarang Timor Leste. Prabowo-muda pernah diterjunkan ke medan perang di sana.

Beberapa waktu setelah mundur itu saya menghubungi Joao lagi. Tidak tersambung. Lagi. Juga tidak terhubung.

Saya hanya ingin bertanya: siapa dirut PT Agrinas Pangan Nusantara yang menggantikannya. Ternyata sekaranglah jawabnya: Joao masih menjabat dirut di situ.

Rupanya Presiden Prabowo tahu ketika tiba-tiba Joao jadi berita besar: mundur dari jabatan dirut. Langka ada dirut mengundurkan diri. Apalagi motifnya karena malu tidak bisa melakukan apa-apa.

Berarti Joao dilarang mundur.

Ternyata, kini, begitu bisa bekerja Joao bekerja luar biasa. Luar biasa besarnya. Juga luar biasa cepatnya.

Besar: impor mobil sebanyak 105.000.

Cepat: sudah membayar uang muka 30 persen.

Bahkan ternyata lebih cepat dari itu: mobil pikap India tersebut sudah akan tiba. Minggu depan.

Maka saya tidak bisa melanjutkan tulisan ini: petir beberapa kali itu membuat kepala saya sulit menyusun kalimat yang tidak menyakitkan siapa pun. Terlalu banyak pertanyaan di kepala. Semua tidak tersedia jawabnya.

 

Bagaimana proses terjadinya keputusan itu? Pakai tender atau e-katalog seperti chromebook?

 

Dari mana dapat uang muka 30 persen untuk mobil berjumlah 105.000?

Kalau dari APBN mengapa Menkeu Purbaya tidak mencak-mencak?

Maka, mestinya, bukan dari APBN.

Berarti dari Danantara? Pun pelunasannya nanti juga dari Danantara?

Sebegitu mudahkah Danantara mengeluarkan uang?

Jangan-jangan bukan dari Danantara –juga bukan dari APBN. Jangan-jangan ada orang baik hati yang menyumbang uang Rp 9 triliun untuk PT Agrinas –asal Joao jangan ngambek sampai minta berhenti begitu.

 

Lalu: mobil sebanyak itu akan dibagi ke siapa? Memang disebut-sebut akan dibagi ke Koperasi Desa Merah Putih. Apakah koperasinya sudah siap? Akan mengangkut apa?

Padahal mobilnya sudah akan tiba. Tidak mungkin disimpan begitu saja di gudang. Itu sangat bertentangan dengan disiplin keuangan: terkait ROI. Berarti segera pula dibagi ke koperasi. Sebelum lebaran ini.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

WNI WNI

  Dia dapat penempatan di SD Inpres di pedalaman Kaltim. Di desa...

Catatan Dahlan Iskan

Kolegium MK

Prinsip itulah yang mendorong Prof Johansyah menggugat isi UU Kesehatan yang disahkan...

Catatan Dahlan Iskan

Impor BBM

Selama ini Riza “Singapura” Chalid selalu memenangkan tender BBM karena hanya ia...

Catatan Dahlan Iskan

Pertunjukan Darurat

  Akibatnya, Kanada sakit –kehilangan pasar terbesarnya– tapi sudah bertekad untuk mandiri...