finnews.id – Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, menghadapi tantangan baru menjelang musim 2026. Meski usianya baru 33 tahun, Marquez menegaskan bahwa bukan faktor usia yang membuat persiapannya semakin sulit, melainkan akumulasi cedera dari beberapa tahun terakhir.
Musim 2025 menjadi bukti kemampuan luar biasanya, dengan 11 kemenangan grand prix dan gelar juara kelas utama ketujuh dalam kariernya, lima tahun setelah cedera parah pada lengannya di awal musim 2020.
Cedera Shoulder Menjadi Hambatan Utama
Selama pra-musim, Marquez mengaku bahwa tubuhnya semakin “malas” akibat cedera yang terus menumpuk. Shoulder fracture yang dialami pada Grand Prix Indonesia 2025 membuatnya harus menepi dan menjalani operasi, menutup peluangnya untuk menyelesaikan musim tersebut. Proses pemulihan berlangsung lama, dan baru pada Januari ia kembali ke lintasan untuk uji coba pra-musim.
Marquez menekankan bahwa secara mental ia masih merasa muda, namun fisik membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. “Bagi saya, bukan usia yang membuatnya sulit; cedera yang membuat tubuh semakin malas, dan butuh lebih banyak waktu untuk pulih. Itu sebabnya musim dingin ini terasa sangat panjang,” ujarnya saat sesi uji coba di Buriram, Thailand.
Negosiasi Kontrak dan Strategi Musim Baru
Selain fokus pada pemulihan, Marquez juga sedang menegosiasikan kontrak baru dengan Ducati. Pabrikan Italia tersebut menargetkan kontrak dua tahun, yang diperkirakan akan diumumkan sebelum musim baru dimulai. Pada musim 2026, ia akan ditemani rookie Pedro Acosta, sementara Pecco Bagnaia diproyeksikan pindah ke Aprilia.
Kondisi Marquez mencerminkan realitas yang dihadapi para pebalap top dunia: cedera yang tampak kecil sekalipun bisa berdampak besar pada persiapan dan performa. Studi medis tentang atlet motorsport menunjukkan bahwa akumulasi trauma dan cedera berulang meningkatkan risiko kelelahan otot dan gangguan kinerja jangka panjang, meskipun secara mental atlet tetap berada pada kondisi optimal.
Strategi Pemulihan dan Ketahanan Juara
Marquez sendiri menegaskan pentingnya adaptasi fisik dan strategi pemulihan yang tepat agar tetap kompetitif. Dengan dukungan tim, perawatan medis intensif, dan manajemen waktu latihan yang cermat, ia bertekad menjaga performanya di lintasan.
Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan di MotoGP bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga kemampuan mengelola kondisi tubuh dan cedera secara berkelanjutan.
Musim 2026 menjadi ujian nyata bagi Marquez untuk membuktikan bahwa cedera tidak menghalangi ambisinya mempertahankan gelar. Seiring persiapan yang matang dan pemulihan yang tepat, ia berpotensi kembali menunjukkan performa dominan seperti pada musim sebelumnya, sekaligus memberi pelajaran penting tentang ketahanan fisik dan mental seorang juara dunia.
Referensi:
Crash.net – Marc Marquez reveals what is getting “harder” about each new MotoGP season