Dimana dalam aturan tersebut mengizinkan tarif sampai 15 persen, tetapi membutuhkan persetujuan kongres untuk memperpanjangnya sesudah 150 hari.
Berdasarkan catatan histori-nya, belum ada Presiden yang pernah menggunakan Pasal 122 sebelumnya dan penerapannya bisa menyebabkan tantangan hukum lebih lanjut.
Para ahli perdagangan dan staf kongres bersikap skeptis bahwa Kongres yang mayoritas dikuasai Partai
Republik justru bakal memperpanjang tarif tersebut.
Sebab dalam jajak pendapat menunjukkan semakin banyak warga Amerika yang menyalahkan bea masuk tersebut atas kenaikan harga.