finnews.id – Anjing German Shepherd yang Akan Disuntik Mati Temukan Rumah Baru Bersama Anak Tuna Rungu
Sebuah video inspirasi mengajarkan kita kisah yang terbilang unik.
Sebuah kisah penuh harapan datang dari sebuah penampungan hewan di daerah benua Barat.
Di mana seekor anjing ras German Shepherd bernama kita sebut saja, Max yang sudah dijadwalkan untuk disuntik mati karena tidak menemukan pemilik dan sering menggigit orang yang lalu lalang di dekatnya akhirnya menemukan keluarga baru berkat seorang anak tuna rungu bernama, kita sebut saja Ricky.
Kondisi Max Sebelum Ditemukan
Max, yang berusia sekitar 3 tahun, dibawa ke penampungan oleh pihak kepolisian setelah ditemukan berkeliaran di jalan raya. Meskipun memiliki bentuk tubuh yang gagah dan ras yang banyak dicari, Max sulit menemukan calon pemilik karena memiliki kecenderungan untuk menjadi cemas dan agresif saat berinteraksi dengan orang baru. Setelah lebih dari 2 bulan berada di penampungan dan tidak ada yang mendaftar untuk mengadopsinya, pihak pengelola terpaksa merencanakan penyuntikan mati karena keterbatasan ruang dan sumber daya.
Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Suatu hari, Ricky (kurang lebih berusia 7 tahun) beserta ibu dan ayahnya datang ke penampungan untuk melihat hewan yang bisa diadopsi. Ricky, yang tidak bisa mendengar dan berkomunikasi melalui bahasa isyarat, langsung tertarik pada Max yang sedang duduk di sudut kandangnya. Saat ibunya mencoba memperkenalkan Ricky pada anjing lain, Ricky justru bergerak mendekati Max dengan langkah yang tenang dan hati-hati.
Tanpa menggunakan suara, Ricky menghampiri Max dengan tangan terbuka dan ekspresi wajah yang lembut. Mengejutkan semua orang di penampungan, Max yang biasanya rewel saat didekati justru menjadi tenang, mendekati Ricky yang berkata kepadanya dengan bahasa isyarat.
Ricky menyampaikan pada Max
“Aku tahu kamu takut, dan aku juga takut. Mari kita atasi rasa takut ini bersama,”.
Tanpa diduga, ketika kandang Max dibuka ia langsung mendekati Ricky dan menjilati tangannya dengan lembut serta menyandarkan kepala ke pelukan Ricky. Pihak penampungan kemudian mencoba mengamati interaksi keduanya selama beberapa jam, dan melihat bagaimana Ricky bisa mengkomunikasikan perintah dasar seperti “duduk” dan “diam” hanya melalui gerakan tubuh dan sentuhan.