finnews.id – Ferrari memulai musim 2026 dengan beban sejarah yang berat.
Setelah musim 2025 yang dipenuhi kesalahan strategi, inkonsistensi performa, dan kegagalan memaksimalkan potensi mobil, publik mulai meragukan arah pengembangan tim asal Maranello tersebut.
Namun, hasil uji coba pramusim di Sakhir memunculkan suasana berbeda.
Ada optimisme yang tidak sekadar lahir dari catatan waktu tercepat, tetapi dari stabilitas dan pendekatan yang lebih matang.
Jika pramusim memiliki “juara tak resmi”, Ferrari termasuk kandidat terkuat.
Kendati pengujian bukan cerminan mutlak performa sesungguhnya, kombinasi keandalan, kecepatan balap, serta jarak tempuh yang impresif membuat banyak pengamat mulai memperhatikan Scuderia dengan lebih serius.
Konsistensi dan Keandalan Jadi Fondasi
Salah satu masalah Ferrari dalam beberapa musim terakhir adalah kurangnya konsistensi teknis.
Mobil kerap menunjukkan potensi besar, tetapi mudah kehilangan ritme ketika tekanan meningkat. Pada pengujian kali ini, gambaran tersebut mulai berubah.
Ferrari mencatat jarak tempuh yang sangat tinggi dengan gangguan teknis minimal.
Satu-satunya hambatan berarti terjadi ketika Lewis Hamilton harus menepi selama beberapa jam akibat masalah teknis.
Namun, situasi semacam itu juga dialami hampir semua tim selama dua pekan pengujian di Bahrain.
Lebih penting lagi, mobil SF-26 tampak stabil dalam berbagai simulasi, baik dalam run pendek maupun panjang.
Kecepatan balap terlihat kompetitif, sementara start yang agresif menjadi sorotan tersendiri.
Stabilitas saat keluar tikungan juga menjadi kekuatan baru, memungkinkan pembalap menyalurkan tenaga lebih cepat tanpa kehilangan kontrol.
Charles Leclerc Kirim Pesan Tegas
Performa Charles Leclerc pada hari terakhir pengujian menjadi sorotan utama.
Pembalap asal Monako itu bukan hanya mencetak waktu tercepat, tetapi melakukannya dengan selisih signifikan.
Ia menjadi satu-satunya pembalap yang menembus rentang waktu 1 menit 31 detik di Sakhir.
Leclerc dikenal memiliki kecepatan satu lap yang luar biasa, dan kali ini ia menemukan titik optimal pada mobil barunya.
Traksi yang kuat serta respons bagian depan mobil memberikan kepercayaan diri lebih besar.
Bahkan ketika hampir kehilangan kendali di Tikungan 11, mobil 2026 terlihat jauh lebih mudah diselamatkan dibandingkan generasi sebelumnya yang terkenal sulit dikendalikan.
Reaksi di garasi Ferrari pun menggambarkan keyakinan internal.
Senyuman dan gestur puas para mekanik memperlihatkan bahwa performa tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari arah pengembangan yang lebih tepat.