finnews.id – Video Perayaan Imlek PropertyLimBrothers Menimbulkan Kontroversi karena Tampak Tidak Tertib
Pada awal bulan Imlek 2026 (Tahun Kuda Kayu), konten video perayaan yang diunggah oleh akun media sosial PropertyLimBrothers menjadi sorotan publik dan menimbulkan kritik dari berbagai pihak karena dianggap tidak tertib dan tidak menghormati nilai-nilai budaya.
Video berdurasi sekitar 3 menit tersebut menunjukkan rangkaian acara perayaan yang digelar di salah satu properti milik perusahaan.
Beberapa bagian dalam video menampilkan aksi yang dianggap tidak pantas, seperti orang-orang yang sedang menari dengan gerakan kasar di atas meja dekorasi Imlek, tumpukan barang kemas yang dirobohkan secara tidak sengaja namun tidak segera dibenarkan, serta beberapa ucapan yang kurang sopan yang tercatat dalam rekaman audio.
Selain itu, dekorasi tradisional seperti lonceng merah dan patung naga tampak terlantar dan sebagian rusak di akhir acara yang ditampilkan dalam video.
Konten ini langsung mendapatkan tanggapan negatif setelah diunggah.
Banyak netizen mengkritik bahwa perayaan Imlek yang seharusnya penuh dengan kehormatan dan makna budaya justru diperlakukan dengan tidak serius.
Beberapa komunitas masyarakat Tionghoa juga menyampaikan rasa kecewa, menyatakan bahwa aksi dalam video tersebut tidak mencerminkan semangat Imlek yang mengedepankan keharmonisan, rasa hormat, dan kebersamaan.
Dalam keterangan resmi yang diterbitkan beberapa jam setelah kontroversi muncul, pihak PropertyLimBrothers mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas konten video yang telah menyakiti perasaan masyarakat.
Mereka menyatakan bahwa acara tersebut memang dirancang sebagai perayaan yang santai untuk karyawan, namun ada bagian yang tidak terkontrol dengan baik dan tidak sesuai dengan standar yang seharusnya diterapkan.
Tim kreatif yang menangani pembuatan video juga telah diminta untuk melakukan evaluasi mendalam.
Perusahaan juga menambahkan bahwa mereka akan segera menghapus video yang menimbulkan kontroversi, melakukan pembenahan pada proses pengelolaan konten media sosial, serta merencanakan acara perayaan Imlek yang lebih bermakna dan menghormati budaya pada tahun depan sebagai bentuk penyesalan.