– Orang dewasa membawa anak berpindah-pindah tempat secara sering tanpa alasan yang jelas.
– Orang dewasa mencoba menyembunyikan keberadaan anak atau menghindari pertanyaan dari lingkungan sekitar.
3. Indikasi dalam Lingkungan atau Komunitas
– Munculnya informasi tentang “adopsi cepat” atau “adopsi tanpa prosedur” dengan biaya tertentu.
– Ada laporan tentang anak-anak yang hilang atau tidak dapat ditemukan di komunitas.
– Terdapat tempat atau kelompok yang menyembunyikan anak-anak dan membatasi akses orang luar untuk bertemu mereka.
– Ada aktivitas yang mencurigakan terkait pengiriman atau pemindahan anak antar daerah tanpa izin resmi.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Mendeteksi Indikasi
1. Jaga keamanan diri dan korban: Jangan langsung menghadapi pelaku jika ada risiko bahaya, terutama jika mereka memiliki akses ke anak.
2. Catat semua bukti: Catat tanggal, waktu, lokasi, deskripsi orang yang terlibat, dan detail lain yang relevan untuk membantu penyelidikan.
3. Laporkan segera ke pihak berwenang: Hubungi:
– Call Center SAPA 129: Layanan khusus untuk melaporkan kekerasan dan perdagangan anak (bisa dihubungi kapan saja).
– Polisi lokal: Laporkan ke kantor polisi terdekat untuk tindakan hukum segera.
– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI): Bisa menghubungi melalui website resmi atau nomor kontak yang tersedia.
– Instansi terkait: Seperti Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak di daerah masing-masing.
4. Jaga kerahasiaan: Hindari menyebarkan informasi secara sembarangan untuk mencegah pelaku kabur atau membahayakan korban.
Pentingnya Peran Masyarakat
Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah dan memberantas perdagangan anak. Dengan tetap waspada, mengenali tanda-tanda indikasi, dan segera melaporkan hal yang mencurigakan, kita bisa menyelamatkan banyak anak dari eksploitasi dan membantu membongkar jaringan perdagangan anak yang keji.