Catatan Dahlan Iskan

Puncak Gunung

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Satu lantai hanya untuk dua keluarga –masing-masing tiga kamar tidur. Dari tiap kamarnya bisa melihat pemandangan kota Tarim di bawah sana.

Di antara kamar tidur adalah kamar keluarga dan dapur. Masih ada halaman belakang yang bisa untuk barbeque kambing panggang. Juga untuk lesehan di malam hari. Menghadap langit.

Baru dua tahun stabil saja sudah ada yang berani memulai proyek seperti itu. Juga banyak yang mulai membangun rumah baru. Mungkin akan banyak orang kaya dari negara-negara Islam yang ingin membeli apartemen semodern itu di Tarim. Apalagi harganya tidak semahal di Indonesia. Hanya sekitar USD 70.000.

Punya apartemen di Tarim mungkin bisa jadi emosi baru bagi keluarga kaya yang memimpikan anaknya nyantri di sana.

Tarim yang konservatif, kini sudah dimasuki proyek modern seperti itu. Kalau saja marketingnya sukses berarti akan banyak proyek serupa yang menyusul. Puncak-puncak gunung Tarim pun kelak akan jadi puncak-puncak apartemen yang jadi hiasan baru kota. (Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Tarim Habib

  “Di Tarim tidak ada orang yang minta dipanggil habib. Orang-lah yang...

Catatan Dahlan Iskan

Sebenar KDRT

  Saya sendiri tetap kerja keras menurut definisi lama: harus berkeringat, harus...

Catatan Dahlan Iskan

Tarim Duduk

Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga...

Catatan Dahlan Iskan

Tarim Bayi

Tembok rumahnya sendiri terbuat dari tanah. Pun atapnya. Tapi di dalam rumah...