finnews.id – Link berbahaya di media sosial dapat menyebabkan kerugian serius, mulai dari pencurian data pribadi, infeksi malware pada perangkat, hingga menjadi korban penipuan finansial. Mengenali ciri-cirinya sangat penting untuk menjaga keamanan diri dan informasi Anda.
Ciri-Ciri Umum Link Berbahaya
– Alamat URL yang Mencurigakan: Biasanya menggunakan nama domain yang mirip dengan situs resmi (misalnya, “facebok.com” tanpa huruf ‘e’ atau “googIe.com” dengan huruf ‘I’ kapital sebagai pengganti ‘L’), atau mengandung kombinasi angka dan huruf acak yang tidak masuk akal.
– Penawaran yang Terlalu Baik untuk Jadi Kebenaran: Link sering dikaitkan dengan promosi hadiah besar, diskon ekstrem, atau kesempatan menang undian yang tidak Anda daftarkan, seperti “Menangkan iPhone terbaru hanya dengan klik link ini!”
– Dikirim melalui Pesan Tidak Dikenal: Datang dari akun yang tidak Anda kenal di media sosial, atau dibagikan dalam grup yang tidak resmi tanpa verifikasi dari pihak berwenang.
– Meminta Informasi Pribadi Secara Langsung: Setelah diklik, link mengarahkan ke halaman yang meminta data sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau nomor identitas pribadi sebelum memberikan akses ke konten yang dijanjikan.
– Tidak Ada Enkripsi Keamanan: Situs yang dituju tidak memiliki simbol gembok di bilah alamat browser atau menggunakan protokol “HTTP” bukan “HTTPS” (yang menunjukkan koneksi tidak aman).
– Konten yang Tidak Sesuai atau Menyesatkan: Link sering dibungkus dalam postingan yang menimbulkan emosi kuat seperti ketakutan atau kegembiraan secara berlebihan, atau mengandung informasi palsu yang dibuat untuk membujuk pengguna agar mengkliknya.
– Mengandung Tautan Pendek yang Tidak Jelas: Beberapa link berbahaya menggunakan layanan pemendek tautan untuk menyembunyikan alamat aslinya, sehingga sulit dikenali tujuan sebenarnya tanpa memeriksanya terlebih dahulu.
Jenis Link Berbahaya yang Sering Muncul di Media Sosial
– Link Malware: Setelah diklik, akan mengunduh perangkat lunak berbahaya ke perangkat Anda yang dapat mencuri data atau mengendalikan perangkat secara tidak sah.