Saya sendiri tetap kerja keras menurut definisi lama: harus berkeringat, harus belepotan lumpur, harus berterik matahari.
“Saya juga berkeringat, berlumpur, dan berterik matahari,” gurau cucu Pak Iskan suatu ketika. Ia pun menunjukkan foto sepedanya yang penuh lumpur saat ikut event di negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Ia mengatakan itu seperti sambil promo sepedanya. Mereknya: Wdnsdy.
Ia sendiri tidak pernah mengakui semua itu tergolong KDRT terhadap istri. Ia memilih kata yang lain: ”School of Suffering” –sekolah penderitaan. Lalu apa bedanya? (Dahlan Iskan)