Home Ekonomi Laba 2025 Lampaui Estimasi Konsensus, Target Harga Saham BBTN Direvisi Naik Jadi Rp1.800
Ekonomi

Laba 2025 Lampaui Estimasi Konsensus, Target Harga Saham BBTN Direvisi Naik Jadi Rp1.800

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Target harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) direvisi naik, seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2025 lampaui estimasi. Revisi naik juga mempertimbangkan tren perbaikan sejumlah faktor.

Panin Sekuritas merevisi naik target harga saham BBTN dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut di atas target konsensus analis Rp 1.755. Target harga tersebut merefleksikan price to book value (PB) sebesar 0,7 kali untuk proyeksi 2026.

Analis Panin Sekuritas Nico Laurens dalam riset yang diterbitkan, Rabu (11/2/2026) mengatakan, revisi naik target harga saham BBTN mempertimbangkan sejumlah aspek. Pertama, realisasi laba bersih BBTN tahun 2025 senilai Rp 3,5 triliun di atas estimasi. Perolehan tersebut setara dengan 112,2% dari target Panin Sekuritas dan setara dengan 109,4% dari proyeksi consensus analis.

Pertumbuhan kuat laba bersih tahun lalu ini didorong ekspansi NIM menjadi 4,2%, penurunan cost to income ratio (CIR), serta pertumbuhan kredit di atas industry. “Kami melihat tren positif pertumbuhan laba bersih masih berlanjut ke depan, didorong ruang ekspansi NIM, seiring dengan tren penurunan cost of fund serta skema FLPP baru yang memiliki margin yang lebih tinggi,” tulis riset tersebut.

Panin Sekuritas menambahkan revisi naik target harga saham BBTN juga mempertimbangkan dukungan pemerintah untuk  untuk kredit FLPP,  ekspansi ke segmen high-yield yang membuat profitabilitas tetap terjaga, terbukanya ruang penurunan cost of credit dan cost of fund, serta sejumlah inisiatif untuk mendorong funding melalui peluncuran Bale serta ekspansi ke biaya bunga murah, serta tren perbaikan kualitas kredit.

Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya usai gelaran Mandiri Sekuritas Capital Market Forum 2026 mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.500.

Analis Mandiri Sekuritas Bobby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabara menyebutkan, rekomendasi dan target harga tersebut mengimplikasikan berlanjutnya perbaikan biaya dana (cost of fund)  pada Januari 2026. Sementara itu, dampak kredit akibat bencana alam di wilayah Sumatra bagian utara masih dalam batas yang dapat dikelola.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi return on equity (ROE) BBTN pada kisaran low hingga mid dalam 2–3 tahun ke depan. Target tersebut akan ditopang oleh perbaikan berkelanjutan pada cost of fund, cost of credit, serta cost of operation.

Selain ekspansi ke perbankan syariah melalui anak usahanya PT Bank Syariah Nasional (BSN), BBTN tengah menjajaki peluang strategis untuk memperluas bisnis ke sektor asuransi sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan sumber pendapatan dalam jangka panjang.

Bagikan
Artikel Terkait
BTN
Ekonomi

Genap Satu Tahun, Bale by BTN Tumbuh Pesat dan Perkuat Ekosistem Digital BTN

finnews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan kinerja positif...

BTN
Ekonomi

BTN Run 2026 for Charity Jadi Aksi Nyata untuk Negeri, Donasi Tembus Rp 760 Juta

finnews.id – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon...

Menteri Koperasi
Ekonomi

Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori

finnews.id – Menteri Koperasi (Menkop) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat...

Ekonomi

Indonesia Riil Krisis, Pakar: Prabowo dalam Bayang-bayang ABS

Finnews.id – Jika berbicara atau membahas mengenai kebijakan pemerintah berkaitan dengan program...