finnews.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini tengah menggenjot penyelesaian pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Timur 1. Langkah strategis ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan yang berkualitas dan merata. Infrastruktur pendidikan yang memadai menjadi syarat mutlak untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Dengan fasilitas yang mumpuni, pemerintah berharap siswa dapat belajar dengan nyaman dan optimal. Penyediaan sarana prasarana yang layak adalah fondasi utama untuk mencetak generasi yang memiliki daya saing global.
Pembangunan di Lima Wilayah Strategis Jawa Timur
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 ini menyasar lima lokasi kunci, yakni Kabupaten Gresik, Tuban, Sampang, Jombang, serta Kota Surabaya. Pemerintah mengalokasikan dana dari APBN Tahun Anggaran 2025-2026 dengan total nilai mencapai Rp1,165 triliun untuk memastikan seluruh fasilitas terbangun sesuai standar.
Dalam pengerjaannya, Kementerian PU menggandeng penyedia jasa Waskita–CAG KSO untuk mengejar target penyelesaian. Menteri Dody memastikan bahwa seluruh proses konstruksi berjalan di bawah pengawasan ketat. “Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya.
Konsep Kawasan Pendidikan Terpadu dan Fasilitas Lengkap
Berbeda dengan sekolah konvensional, Sekolah Rakyat di Jawa Timur mengusung konsep kawasan pendidikan terpadu. Pemerintah tidak hanya membangun ruang kelas, tetapi juga menyediakan hunian dan sarana pendukung lainnya. Inisiatif ini bertujuan agar proses pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, namun juga melalui interaksi di lingkungan sekolah yang komprehensif.
Fasilitas yang akan tersedia meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, kawasan ini dilengkapi dengan asrama siswa putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, lapangan olahraga, hingga masjid. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, pengelola juga membangun ruang terbuka hijau serta sistem pengolahan air limbah (IPAL) yang modern.
Target Tuntas Juni 2026 dan Siap Tampung Siswa Baru
Penandatanganan kontrak pengerjaan telah berlangsung sejak 28 November 2025. Kementerian PU mematok target agar seluruh pembangunan fisik tuntas pada akhir Juni 2026. Dengan jadwal tersebut, kegiatan belajar mengajar diharapkan sudah bisa dimulai pada tahun ajaran baru 2026-2027.