finnews.id – Profil Pegawai PPPK RSPAU Halim Ditemukan Tewas, Kasus Masih Dalam Penyelidikan
Seorang pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma berinisial NHW (31 tahun) ditemukan tidak bernyawa di rumah kontrakannya di Jatiwaringin, Bekasi, pada Rabu (4/2/2026). Kasus yang masih menyisakan kebencian ini membuat banyak pihak penasaran dengan profil sang korban yang dikenal sebagai pribadi yang rajin dan bertanggung jawab.
Profil Singkat NHW, Pegawai RSPAU Halim
Berdasarkan keterangan dari atasan korban di RSPAU Halim, NHW bekerja sebagai tenaga medis pendukung di bagian administrasi layanan pasien. Ia mulai menjabat sebagai PPPK sejak tahun 2022 dan selama masa kerjanya, dikenal sebagai pribadi yang disukai rekan kerja karena sifatnya yang ramah dan senang menolong.
“Sangat menyedihkan. NHW adalah orang yang rajin, selalu menyelesaikan tugasnya tepat waktu, dan sering membantu rekan kerja yang kesulitan,” ujar seorang atasan korban yang tidak mau disebutkan namanya kepada media pada hari Kamis (5/2/2026).
Menurut informasi yang beredar, NHW berasal dari daerah Jawa Tengah dan tinggal sendirian di kontrakan di Bekasi sejak mulai bekerja di RSPAU Halim. Ia jarang terlibat masalah dan dikenal sebagai orang yang senang bersosialisasi dengan rekan kerja, meskipun cenderung menyimpan masalah pribadi untuk diri sendiri.
Kasus Masih Misterius, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Kejadian kematian NHW dinyatakan misterius karena tubuhnya ditemukan dalam kondisi yang sudah mulai membusuk dan beberapa barang pribadinya hilang, antara lain sepeda motor, ponsel, dan dompet. Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengirimkan jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi terkait. Sampai saat ini, belum ada kesimpulan pasti mengenai penyebab kematian dan motif yang mendasarinya,” jelasnya.