finnews.id – Klarifikasi BTR Rachel Soal Tabung Whip Pink di Kamar: “Cuma Pajangan dari Video Lawas”
Nama Rachel Aseelah Hanafi, atau yang lebih dikenal sebagai BTR Rachel, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video lama yang memperlihatkan tabung whip pink di kamarnya viral. Gadis yang bekerja sebagai brand ambassador Bigetron Esports ini kemudian memberikan klarifikasi untuk menanggapi spekulasi yang berkembang.
Video Lama Menyebabkan Spekulasi
Kontroversi dimulai ketika akun TikTok @folkshit.clipper1 mengunggah ulang video BTR Rachel yang dibuat pada tahun 2024. Dalam video tersebut, terlihat jelas sebuah tabung whip pink yang diletakkan di balik sekat pajangan kamar. Keberadaan benda berwarna cerah itu langsung menarik perhatian netizen, terutama setelah kasus kematian selebgram Lula Lahfah yang sempat dikaitkan dengan whip pink (meski akhirnya tidak terbukti terkait).
Klarifikasi Rachel: “Tabung Itu Sudah Tidak Ada Lagi”
Melalui sesi klarifikasi yang disebarkan di media sosial, BTR Rachel menegaskan bahwa tabung whip pink tersebut hanyalah pajangan dan sudah tidak ada lagi di kamarnya.
“Video itu tahun 2024, belum kasusnya segede sekarang. 2024 itu whip pink masih legal di Indo, kan? Dan gue beli cuma buat pajangan karena kamarku full pink,” ujarnya.
Rachel juga mengoreksi pernyata awalnya yang menyebutkan “tidak bahaya” dengan menjelaskan, “Maksud gue nggak bahaya itu kayak belum ada korban kayak sekarang. Tapi sekarang gue udah tahu itu barang bahaya, jadi tabung itu sudah gak ada lagi di kamar gue.”
Pengakuan “Tidak Merasakan Efek Samping” Menimbulkan Tanya
Dalam klarifikasi lebih lanjut, BTR Rachel mengaku bahwa saat memilikinya pada tahun 2024, dia tidak merasakan efek samping dari produk tersebut.
“Pada saat itu tuh kayak nggak membahayakan gitu juga loh guys, gue bahkan nggak menemukan efek sampingnya,” katanya.
Pernyataan ini mencuat dan memicu tanya dari netizen, sebagian di antaranya bertanya, “Kalau cuma pajangan, kenapa tahu efek sampingnya?” Namun, Rachel tidak menjawab pertanyaan tersebut lebih lanjut.