finnews.id – Marc Marquez menghadapi tantangan baru dalam sesi simulasi sprint MotoGP di Sirkuit Sepang. Dalam latihan ini, ia mencatat waktu sekitar tiga detik lebih lambat dibanding adiknya, Alex Marquez, yang menjadi sorotan bagi tim dan penggemar. Hasil ini memberi indikasi bahwa sang juara dunia perlu menyesuaikan strategi untuk kembali bersaing di posisi teratas.
Evaluasi Performa Sprint
Simulasi sprint merupakan latihan penting untuk mengukur kemampuan pembalap dalam balapan pendek, di mana setiap detik sangat berarti. Marquez menyadari adanya celah performa dibanding Alex, yang berhasil tampil lebih agresif. Ia menilai perbedaan ini dipengaruhi oleh kombinasi pengaturan motor, kondisi trek, dan pemilihan ban. “Latihan ini memberi saya gambaran nyata tentang area yang masih harus diperbaiki,” ujarnya.
Ahli balap internasional menjelaskan bahwa perbedaan tiga detik di sprint bukan hanya soal kecepatan murni, tetapi juga konsistensi dan pemahaman ritme balap. “Simulasi ini menunjukkan siapa yang bisa memaksimalkan potensi motor dan siapa yang masih mencari keseimbangan,” kata analis tersebut.
Tantangan Strategi dan Fisik
Selain teknik, Marquez menghadapi faktor fisik dan mental. Pemulihan cedera serta adaptasi terhadap motor baru membuat kecepatan maksimal menjadi lebih sulit dicapai. Dalam sesi ini, fokusnya lebih pada pengaturan ritme dan menjaga stabilitas motor. Sementara itu, Alex mampu mengeksekusi strategi dengan agresif, memanfaatkan kesempatan untuk mencatat waktu terbaik di trek Sepang.
Implikasi untuk Musim MotoGP 2026
Hasil simulasi ini menjadi bahan evaluasi penting menjelang musim resmi MotoGP 2026. Marquez dan tim Repsol Honda harus menyesuaikan setelan motor, strategi ban, dan ritme balap untuk mengejar ketertinggalan. Evaluasi ini akan menentukan kesiapan mereka menghadapi pembalap lain yang menunjukkan performa konsisten di latihan pra-musim.
Marquez menekankan bahwa simulasi ini bukan sekadar angka di papan waktu, melainkan alat untuk memahami kekuatan dan kelemahan. Dengan pemahaman tersebut, ia berharap bisa kembali tampil kompetitif dan memaksimalkan potensi motor di musim yang akan datang.