finnews.id – Tradisi Lebaran Khas Jatim yang Wajib Anda Kenal
Jawa Timur (Jatim) adalah rumah bagi beragam suku dan budaya, yang membuat tradisi Lebaran di daerah ini penuh dengan keunikan dan kehangatan.
Tidak hanya sekadar salat Idul Fitri dan silaturahmi, banyak tradisi lokal yang melengkapi momen kebahagiaan ini—mencerminkan semangat gotong royong, rasa syukur, dan kasih sayang antar keluarga.
Setelah tiba di kampung, jangan lewatkan tradisi khas Jatim yang memperkaya pengalaman Lebaran.
Berikut adalah beberapa tradisi Lebaran khas Jatim yang patut Anda ketahui:
1. Galak Gampil: Kesenangan Anak-Anak Minta “Sangu Riyoyo”
Tradisi yang paling dikenal di Malang, Surabaya, dan sekitarnya adalah galak gampil. Setiap hari raya setelah salat Idul Fitri, anak-anak akan bergerombol ke rumah tetangga atau kerabat sambil berteriak “galak gampil!”—frasa yang berarti “maafkan kami jika ada kesalahan” dengan nada ceria.
Setelah itu, mereka akan meminta sangu riyoyo (uang hari raya) atau makanan khas seperti kacang rebus atau dodol. Tradisi ini tidak hanya menjadi kesenangan anak-anak, tetapi juga cara untuk mempererat hubungan antar tetangga dan keluarga.
2. Ngabuburit Jatim Style: Menikmati Akhir Hari Ramadan
Ngabuburit (beraktivitas keluar rumah menjelang matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan) di Jatim memiliki ciri khas masing-masing daerah. Di Surabaya, banyak keluarga berkumpul di alun-alun Bung Tomo atau pantai Kenjeran untuk berjalan-jalan, makan malam bersama, dan menunggu terbenamnya matahari.
Di daerah pedesaan seperti Kediri atau Blitar, ngabuburit sering diisi dengan ngalebak—berjalan-jalan melihat kunang-kunang yang menyala di sawah. Kegiatan ini menciptakan suasana damai dan penuh keajaiban sebelum hari raya tiba.
3. Sembahyang Idul di Lapangan & Silaturahmi Massal
Berbeda dengan banyak daerah yang salat Idul di masjid, di banyak kota Jatim seperti Malang dan Madura, salat Idul Fitri diadakan di lapangan umum atau alun-alun agar lebih banyak orang bisa berpartisipasi. Setelah salat, masyarakat langsung melakukan silaturahmi di tempat yang sama—berjabat tangan, memaafkan satu sama lain, dan berbagi makanan.