finnews.id – Pelari ultra marathon asal Kota Ambon, Maluku, Matheos Berhitu, bersiap menantang salah satu ajang lari paling ekstrem di dunia. Ia dijadwalkan mengikuti lomba ultra marathon sejauh 1.350 kilometer di Yordania yang akan berlangsung mulai 5 Juni hingga 7 Juli mendatang.
Ditemui di Ambon, Rabu, Matheos menyampaikan bahwa dirinya kini tengah menjalani program latihan intensif guna menghadapi kompetisi bergengsi tersebut, yang tercatat dalam Guinness World Records. Ia menegaskan kesiapan fisik dan mental menjadi kunci utama menghadapi lomba dengan durasi lebih dari satu bulan.
“Saya mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kota Ambon, agar saya bisa bertanding dengan baik dan menyelesaikan lomba ini dengan maksimal,” ujar dia.
Matheos menjelaskan, lomba ultra marathon di Yordania sejatinya direncanakan berlangsung pada 2024. Namun, pelaksanaannya harus ditunda karena cuaca ekstrem yang dinilai tidak memungkinkan bagi keselamatan para peserta. Ajang tersebut kemudian dijadwalkan ulang dan baru akan digelar pada pertengahan 2026.
Ia memastikan kesiapan dirinya untuk tampil optimal dan berharap dapat memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia, khususnya Provinsi Maluku dan Kota Ambon, di tingkat internasional.
Ultra marathon Yordania dikenal sebagai salah satu lomba lari jarak jauh dengan tingkat kesulitan tinggi. Rute lomba melintasi kawasan gurun dengan kontur ekstrem, suhu siang hari yang dapat menembus lebih dari 40 derajat Celsius, serta perbedaan suhu signifikan pada malam hari.
Selain panas ekstrem, peserta juga harus menghadapi angin kencang, minimnya vegetasi, serta lintasan panjang yang didominasi medan berbatu dan berpasir. Kondisi tersebut menuntut ketahanan fisik luar biasa, pengelolaan energi yang tepat, serta manajemen hidrasi yang sangat disiplin.
Kombinasi faktor geografis dan iklim membuat ajang ini bukan sekadar uji kemampuan berlari jarak jauh, tetapi juga ujian daya tahan mental, adaptasi tubuh, dan kemampuan atlet menjaga kesehatan selama lomba berlangsung.
Meski demikian, Matheos Berhitu bukan nama baru di dunia ultra marathon. Pelari asal Ambon ini dikenal memiliki rekam jejak prestasi di level internasional. Salah satu capaian besarnya adalah menjuarai Ultra Marathon Peninsula 2021 di Malaysia, salah satu lomba ultra marathon terpanjang di dunia.
Dalam ajang yang berlangsung selama satu bulan tersebut, Matheos sukses menempuh jarak 2.234 kilometer, melintasi ujung semenanjung Malaysia hingga finis di ibu kota Kuala Lumpur.
Dukungan terhadap Matheos juga datang dari Pemerintah Provinsi Maluku. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Maluku, Sandy Wattimena, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Matheos dalam ajang ultra marathon internasional tersebut.
“Matheos Berhitu adalah kebanggaan Maluku. Keikutsertaannya dalam ultra marathon di Yordania menjadi bukti bahwa putra daerah Maluku mampu bersaing di level dunia. Kami berharap ia dapat menjaga kesehatan, fokus bertanding, dan membawa nama Maluku serta Indonesia semakin dikenal,” kata Sandy.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong dan mendukung atlet-atlet daerah berprestasi agar dapat tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional sebagai bagian dari pembinaan olahraga yang berkelanjutan di Maluku. *