finnews.id – Tinjauan internal dan pengangkatan CEO sementara di PropertyLimBrothers (PLB) dipicu oleh skandal kepemimpinan yang terkenal yang melibatkan tuduhan perselingkuhan. Setelah video yang viral beredar yang menunjukkan perilaku yang tidak pantas antara CEO dan pendiri bersama Melvin Lim serta wakil presiden strategi Grayce Tan, kedua eksekutif tersebut dihapus dari daftar karyawan PLB pada 26 Januari 2026. PLB menyatakan telah “menyelesaikan tinjauan internal setelah peristiwa baru-baru ini” dan selanjutnya mengangkat Marc Chan, mantan wakil presiden operasi, sebagai CEO sementara untuk memastikan kelangsungan kepemimpinan.
Eksekutif Properti Singapura Mengundurkan Diri Karena Tuduhan Perselingkuhan
Beberapa eksekutif tingkat tinggi di industri properti Singapura telah mengumumkan pengunduran diri mereka setelah tuduhan perselingkuhan muncul ke permukaan. Berita ini menarik perhatian publik dan kalangan bisnis, mengingat peran penting mereka dalam pengembangan dan pengelolaan aset properti di negara itu.
Pengunduran diri semacam ini seringkali terkait dengan dampak pada reputasi pribadi dan perusahaan. Meskipun perselingkuhan tidak selalu ilegal di banyak yurisdiksi, termasuk Singapura, ia dapat merusak kepercayaan stakeholder, klien, dan rekan kerja. Di posisi eksekutif, citra pribadi dan integritas seringkali terkait erat dengan citra perusahaan, sehingga manajemen seringkali mengambil langkah-langkah untuk melindungi citra perusahaan.
Industri properti Singapura dikenal dengan standar profesionalisme yang tinggi, dan kasus seperti ini seringkali menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara kehidupan pribadi dan tanggung jawab profesional. Meskipun detail spesifik tuduhan belum sepenuhnya diungkapkan, pengunduran diri ini menunjukkan betapa seriusnya pihak terkait menangani isu-isu yang dapat mempengaruhi operasi bisnis dan kepercayaan publik.
Penyelesaian tinjauan internal yang cepat dan pengangkatan CEO sementara yang langsung menyoroti upaya PLB untuk melindungi reputasi bisnis, kesejahteraan karyawan, dan budaya perusahaan setelah insiden yang merusak itu.