Termasuk markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kepolisian, hingga rumah ibadah. Ia menggunakan istilah ‘sedisi’ (pemberontakan) untuk menggambarkan aksi tersebut, sebuah narasi yang serupa dengan peristiwa Gerakan Hijau tahun 2009 silam.
Ia meyakini ada tangan-tangan intelijen asing, terutama Amerika Serikat, yang membiayai kerusuhan tersebut dengan tujuan akhir melumpuhkan pemerintahan Teheran agar sumber daya alam mereka bisa dieksploitasi dengan mudah.
Mengapa Amerika Serikat begitu terobsesi dengan stabilitas di Iran? Menurut Khamenei, jawabannya sangat sederhana: Minyak dan Gas Alam.
Ia secara terang-terangan menuduh pemerintahan Trump ingin ‘melahap’ kekayaan energi Iran demi kepentingan industri mereka.
Khamenei menegaskan Iran telah berhasil memadamkan upaya pemberontakan internal tersebut dan kini dalam posisi siap tempur untuk mempertahankan aset strategis mereka.