finnews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjajaki sinergi melalui dialog dengan Yayasan Puteri Indonesia untuk mendukung misi sosial perseroan dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia. Diskusi tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan penerapan prinsip keberlanjutan pada bisnis yang sejalan dengan nilai-nilai yang disuarakan Puteri Indonesia.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan Indonesia adalah negara kedua di dunia yang mencatatkan jumlah hunian terbesar yang tidak memiliki fasilitas sanitasi dasar (mandi, cuci, kakus/MCK). Selain itu, masih banyak rumah di Indonesia yang tidak memiliki atap, dinding, dan lantai yang layak.
Nixon melanjutkan, secara total ada lebih dari 20 juta keluarga Indonesia yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dengan menjalankan tugas dari Pemerintah untuk menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN berupaya membantu masyarakat agar bisa memiliki rumah layak huni.
“Akan ada banyak masalah yang bisa selesai dari rumah layak mulai dari TBC, stunting, dan kami berharap ke depannya ada sinergi dengan Putri Indonesia yang juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Nixon dalam Exclusive Company Visit: Puteri Indonesia Goes to BTN yang diikuti para Puteri Indonesia 2025 di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Selain menjalankan misi sosial di bidang perumahan, Nixon menuturkan, BTN juga berfokus dalam penerapan bisnis berkelanjutan. Nixon merinci program utama keberlanjutan di perseroan yakni pembiayaan untuk Rumah Rendah Emisi dan skema “Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu”.
Strategi tersebut dilakukan BTN, tambah Nixon, sejalan dengan upaya perseroan untuk mengurangi emisi karbon yang diproduksi dari rumah. Pasalnya, rumah tangga merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.
Nixon juga menyebutkan BTN mengusung kesetaraan gender dan memberikan akses pekerjaan bagi para disabilitas. BTN memberikan ruang bagi para karyawan perempuan untuk saling menginspirasi dan mendukung melalui Srikandi BTN. Selain itu, BTN juga telah mempekerjakan hampir 40 karyawan disabilitas di bagian pendukung bisnis.