“Untuk yang kita berikan kartu kuning itu karena dia mengambil bahan baku dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya. Kami akan membuat edaran supaya program ini berjalan lebih aman,” imbuh Dadan dengan nada peringatan.
Instruksi Khusus Presiden: Jangan Hanya Kejar Target Angka!
Gelombang keracunan massal ini rupanya langsung sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Dengan ambisi besar melayani 60,7 juta orang melalui 22.275 unit SPPG, Presiden memberikan instruksi yang sangat eksplisit kepada BGN. Beliau meminta lembaga ini tidak hanya terpaku pada angka distribusi, melainkan mengutamakan kualitas dan keamanan pangan sebagai prioritas utama.
Presiden ingin BGN bekerja lebih cermat dalam mengawasi setiap porsi makanan yang keluar dari dapur layanan. Keamanan pangan kini menjadi pilar utama di atas target kuantitas yang ambisius.
BGN Minta Maaf dan Janji Investigasi Menyeluruh
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik, BGN secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas jatuhnya korban keracunan di berbagai wilayah. Saat ini, tim investigasi masih bekerja keras untuk mengusut tuntas titik lemah dalam rantai distribusi. BGN berkomitmen untuk membereskan sistem pengawasan agar program nasional ini tetap berjalan di jalur yang aman dan bermanfaat bagi generasi masa depan. (*)