Karena Ammar menolak mentah-mentah rekayasa tersebut, tekanan beralih menjadi permintaan materi. Berdasarkan kesaksian Ammar, oknum tersebut menjanjikan kasusnya bakal mandek jika sang aktor sanggup menyetor dana ratusan juta rupiah.
“Kata penyidik, ‘Ini kasus enggak akan bisa naik, yang penting elu siapkan dana Rp300 juta per kepala’,” kata Ammar menirukan ucapan oknum penyidik di hadapan hakim dengan penuh emosi.
Pemerintah Lakukan Verifikasi Berita di Media Sosial
Yusril menekankan bahwa kewajiban pemerintah adalah memilah antara opini di media sosial dengan fakta hukum yang sebenarnya. Proses verifikasi ini krusial untuk menjaga kredibilitas instansi kepolisian sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi warga negara yang merasa diperas.
“Kewajiban kami untuk melakukan verifikasi terhadap apa yang dikemukakan dalam pemberitaan, baik media sosial maupun media resmi, supaya kita tidak salah dalam melakukan tindakan,” imbuh Yusril menutup pembicaraan.
Kini, bola panas ada di tangan tim analisis Kemenko Kumham Imipas. Jika tuduhan Ammar Zoni terbukti benar, skandal ini bakal menjadi tamparan keras bagi reformasi hukum di Indonesia dan berpotensi menyeret lebih banyak oknum ke balik jeruji besi. – Hasyim Ashari/Disway –