finnews.id – Presiden Xi Jinping mengeluarkan keputusan besar dengan mencopot General Zhang Youxia, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC)—pos militer tertinggi di Republik Rakyat China. Langkah ini terjadi dalam purge militer terbesar dalam sejarah China modern, memicu spekulasi internasional yang luas tentang motivasi, dampak, dan stabilitas politik Beijing.
Siapa Zhang Youxia?
Zhang Youxia adalah salah satu jenderal paling senior dalam Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan termasuk dalam struktur terpenting militer sejak 2022. Dia juga merupakan anggota Politbiro Partai Komunis China dan sempat dianggap sekutu dekat Xi.
Beberapa laporan bahkan menyebut latar hubungan keluarga dan pertemanan lama antara Zhang dan Xi sejak masa kecil mereka. Namun, hubungan tersebut tampak runtuh dalam beberapa bulan terakhir sebelum pemecatan Zhang diumumkan.
Pemerintah China menyatakan bahwa Zhang Youxia dan sejumlah jenderal lain di PLA sedang diperiksa karena “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”—istilah resmi yang sering digunakan pada kasus korupsi atau pelanggaran politik dalam Partai Komunis.
Beberapa media luar juga melaporkan tuduhan ekstrem seperti Zhang diduga membocorkan informasi militer atau nuklir kepada pihak asing, termasuk Amerika Serikat, meskipun hal ini belum diakui secara resmi oleh otoritas China.
Spekulasi dan Reaksi: Isu Kudeta Hingga Konsolidasi Kekuasaan
Pemecatan Zhang memicu khotbah politik di banyak media dan forum analisis internasional.
Isu Kudeta?
Beberapa spekulasi beredar bahwa pemecatan ini merupakan reaksi terhadap dugaan upaya Zhang dan jenderal lain untuk melemahkan otoritas Xi atau agaknya muncul dari perbedaan kebijakan strategis di tubuh militer, termasuk prioritas fokus pelatihan dan persiapan perang.
Namun, pemerintah China membantah secara tegas adanya upaya kudeta dan tetap menyatakan langkah ini bagian dari penegakan disiplin dan hukum.
Pemecatan Zhang Youxia dan sejumlah jenderal lain menjadikan Xi Jinping semakin mengokohkan kontrolnya atas militer China. Kini, struktur komando militer berada lebih sentral di bawah kepemimpinan partai dan Xi sendiri, sementara banyak posisi strategis diisi oleh pemimpin yang dianggap loyal langsung kepada Xi.