“Persetujuan ini mencerminkan perubahan sikap Beijing dalam menyeimbangkan ambisi kemandirian teknologi dan kebutuhan nyata industri AI,” ujar salah satu sumber.
Keputusan ini bertepatan dengan kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke China, yang semakin memperkuat spekulasi adanya kesepakatan tingkat tinggi.
Persetujuan ini menunjukkan bahwa Beijing kini lebih pragmatis. Alih-alih sepenuhnya menutup pintu terhadap teknologi Amerika, China memilih menjaga daya saing industri AI domestiknya agar tidak tertinggal jauh dari pemain global seperti OpenAI dan perusahaan teknologi AS lainnya.
Meski demikian, pemerintah China tetap menegaskan komitmen jangka panjang untuk mengembangkan chip AI buatan dalam negeri.